Harga-Harga Kebutuhan Naik, Mahasiswa Tuding Jokowi Sengsarakan Rakyat

69
Gema Pembebasan Sumatera Utara
Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Utara

tobasatu.com. Medan |  Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Utara menggelar aksi unjukrasa di gedung DPRD Sumatera Utara, Kamis (12/1/2017).

Mereka mengkritisi kebijakan pemerintah yang menaikkan harga-harga sejumlah kebutuhan di awal tahun ini.

Koordinator aksi Andika Mirza dalam orasinya mengatakan, kenaikan harga-harga seperti harga kebutuhan pokok, tarif pajak, pencabutan subsidi tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak, serta defisitnya anggaran membuat rakyat semakin sengsara.

Pemerintahan Jokowi-JK telah membuat paket kebijakan liberal yang tertuang dalam kebijakan impor pangan dan tenaga kerja asing, perjanjian penambahan utang luar negeri serta penjualan dan perpanjangan perjanjian penguasaan aset-aset strategis kepada korporasi asing.

“Paket kebijakan liberal yang diterapkan oleh rezim Jokowi-JK membuktikan, selain rezim neolib ini telah mengkhiananti rakyat, negeri ini juga telah dikangkangi oleh ideologi kapitalisme-liberal melalui mekanisme politik demokrasi yang berlindung dibalik simbol-simbol ideologi dan undang-undang negara,” teriaknya.

Oleh karena itu, massa mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk mengganti ideologi kapitalisme dan sistem demokrasi dengan syariah Islam agar negeri ini selamat dari cengkeraman asing.

Massa aksi diterima sejumlah anggota DPRD Sumut dari komisi C dan E yang berjanji akan meneruskan aspirasi massa ke pemerintah pusat. (ts-02)