7.000 Hektar Hutan Adat Akan Dikeluarkan Dari Wilayah Konsesi PT TPL

186

tobasatu.com, Medan | Pemerintah berencana kembali mengeluarkan hutan adat dari wilayah konsesi PT TPL, seluas kurang lebih 7.000 hektar.  Ini diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-V (KMAN V), Jumat (17/3/2017).

Menteri‎ Siti Nurbaya mengemukakan, pemerintah menindaklanjuti pengakuan wilayah hutan adat dari spot-spot wilayah hutan adat yang telah diidentifikasi oleh sejumlah pihak pendamping, atau yang telah menjadi usulan masyarakat adat sendiri secara langsung.

“Saat ini sedang terus dilakukan proses artikulasi dan verifikasi wilayah,” kata Siti Nurbaya.

Disebutkannya, pemerintah telah membuktikan janjinya, antara lain telah diselesaikan pengakuan Hutan Adat dengan SK 1156 untuk Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tenggara dan Hutan Adat dengan SK 1152 untuk Tapang Semadak, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.

Menteri Siti Nurbaya menambahkan, hingga sore kemarin, sudah diselesaikan rencana kembali mengeluarkan hutan adat dari wilayah konsesi PT TPL seluas 7.000 hektar. Sebelumnya telah keluar 5.100 hektar pada Desember 2016. “Jadi terus menerus berlanjut,” ujarnya.

Langkah-langkah yang sama juga berlangsung untuk hutan sosial lainnya seperti yang sudah diselesaikan untuk 7 unit Hutan Desa 4.240 hektar di Kabupaten  Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Lanjutnya, di samping itu sebanyak 9 unit hutan desa seluas 15.300 hektar di Kabupaten Meranti, Pelalawan Provinsi Riau dan hutan kemasyarakatan sebanyak 4 unit seluas 786 hektar di Kabupaten Pakpak Bharat dan Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

“Proses ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerja dan dengan dukungan para aktivis, civil society para pendamping di seluruh Indonesia. Kita masih terus bekerja untuk realisasi yang luas bagi rakyat,” kata Siti Nurbaya.

Pada Desember 2016, sambungnya, telah dilakukan pengakuan resmi dengan penyerahan keputusan hutan adat untuk 9 kelompok masyarakat hutan adat. Dimana untuk pertama kalinya diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada tokoh adat yang mewakili dengan total luas areal hutan adat 13.122,3 hektar. (ts)

loading...