Tolak Angkutan Berbasis Online, Ratusan Pengemudi Betor Turun ke Jalan

133
Wakapolsek Medan Barat, AKP Martualesi Sitepu SH saat memberi arahan kepada ratusan penarik betor.

tobasatu.com, Medan | Belum adanya kebijakan terkait angkutan berbasis online di Kota Medan, membuat ratusan pengemudi becak motor (betor) Medan, kembali turun ke jalan. Mereka melakukan aksi penolakan terhadap angkutan berbasis online yang belakangan menjamur di Kota Medan, Senin (20/3/2017) pagi.

sebagian massa berkumul di Jalan Stasiun Kereta Api, Kelurahan Kesawan. Massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pengemudi Betor Stasiun Kereta Api Medan (FSPB-SKAM) melalui ketuanya, Arisanto Manik mengatakan, selama maraknya armada berbasis online di Kota Medan membuat penghasilan mereka menurun drastis sekitar 75 persen.

“Sedikitnya ada 100 orang pengmudi betor di sini yang melakukan aksi demo damai,” ungkap Arisanto didamping Wakil Ketua Hendra Gunawan dan Bendahara Saifuddin.

Ia menambahkan, pemerintah harus bisa mengambil kebijakan untuk melakukan penertiban armada berbasis online di Kota Medan. “Kalau bisa armada berbasis online ditutup saja. Yang pasti imbasnya kalau ini terus terjadi kami sulit menafkahi keluarga,” ujar mereka.

Sementara itu, Wakapolsek Medan Barat, AKP Matualesi Sitepu yang menerima aksi damai pengendara becak bermotor meminta massa aksi tidak melakukan pelanggaran hukum, demo harus berjalan tertib.

“Jangan melanggar hukum dan damai, semisal bertemu dengan pengemudi online lalu dianiaya dan dipukuli serta merusak mobil atau sepeda motornya,” ungkapnya.

Martualesi juga meminta kepada massa untuk tidak gampang terprovokasi. “Jika ada yang menyusup di antara pendemo, cepat laporkan ke kami. Jangan anarkis, andai ada yang melanggar hukum secepatnya kami beri tindakan,” tegas dia. (ts-03)

loading...