Memang Air Gratis, Tapi Mengolahnya Butuh Biaya

122
PDAM Tirtanadi saat melakukan sosialisasi terkait rencana penyesuaian tarif air, di Kecamatan Medan Deli, Rabu (19/4/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | PDAM Tirtanadi terus melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat, menjelang dilakukannya kenaikan tarif pada Mei 2017 mendatang.

Saat melakukan sosialiasi di Kecamatan Medan Deli, yang dipusatkan di Kantor Lurah Mabar Hilir, Rabu (19/4/2017), Ketua Tim Sosialisasi Tarif Air, Zulkifli Lubis kepada masyarakat menyatakan bahwa memang sesuai yang termaktub di dalam Undang-Undang Dasar 1945, bahwa air dan seluruh kekayan alam yang ada adalah gratis dimanfaatkan oleh masyarakat.

Namun tentu saja untuk mengolahnya agar siap diminum butuh proses pengolahan, dan untuk itu dibutuhkan biaya, baik untuk mengangkutnya dari sungai ke instalasi pengolahan, termasuk untuk biaya tawas dan klorin agar air bersih, jernih dan bebas dari kuman.

“Memang air gratis, tetapi membuat air menjadi bersih dan pengoperasiannya hingga sampai kepada masyarakakat pelanggan itu yang besar biayanya. Makanya dilakukan penyesuaian tarif dan penyesuaian ini sudah disetujui oleh Gubernur Sumut selaku penanggung jawab dari BUMD PDAM Tirtanadi ini,” tutur Zulkifli.

Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat se Kecamatan Medan Deli, Sekcam Medan Deli Irvan Siregar, Lurah Mabar Hilir Syahrul, Kepala Cabang PDAM Cemara, Kepala Humas PDAM Tirtanadi Jumirin,  dan serta akademisi dari USU Irvan Sumatupang.

Kepada masyarakat, Zulkifli mengatakan bahwa PDAM Tirtanadi sudah lama tidak melakukan penyesuaian tarif, dan terakhir kali tarif air ini naik pada tahun 2013.

“Tarif PDAM Tirtanadi terakhir kali mengalami kenaikan pada tahun 2013, jadi dengan dilakukan penyesuaian tarif tahun ini dirasakan sudah sepantasnya dilakukan. Karena, dengan dilakukan penyesuaian tarif akan semakin meningkatkan kualitas kepada masyarakat (pelanggan),” ujar Zulkifli kepada masyarakat.

Selain menyampaikan masalah penyesuaian tarif air PDAM Tirtanadi, Zulkifli juga menjelaskan bagaimana situasi dan kondisi PDAM Tirtanadi saat ini serta seluruh pembiayaan yang dikeluarkan PDAM Tirtanadi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya.

Adapun hasil yang positif yang berhasil diciptakan PDAM Tirtanadi diantaranya melakukan Input transparansi dan akuntabilitas. Bahkan PDAM Tirtanadi dalam meningkatkan pelayanan juga telah dibuka pembayaran rekening air dan membuka sambungan baru secara online.

“Dulunya ada pegawai PDAM Tirtanadi yang melakukan penagihan dari rumah ke rumah, untuk menghindari kerugian pelanggan. PDAM Tirtanadi sudah membuka sistem pembayaran rekening air melalui online dan pasang baru juga sudah bisa melalui online,” ungkapnya menerangkan.

Sedangkan Irvan Simatupang dosen dari USU dan sebagai pembicara kegiatan sosialisasi ini mengatakan bahwa penyesuaian tarif itu merupakan hal yang biasa. Apalagi PDAM Tirtanadi sejak tahun 2013 tidak melakukan penyesuaian tarif.

“Kenaikan tarif air ini pastinya sudah dilakukan berbagai kajian, namun saya mengharapkan agar pelayanan PDAM Tirtanadi semakin ditingkatkan. Misalnya jangan ada lagi air kotor maupun mampet, itula yang diharapkan dari masyarakat. Jika ada keluhan dari masyarakat ataupun pelanggan haruslah secara cepat direspon,” ujarnya menjelaskan.

Masyarakat yang mendengar sosialisasi ini merespon dengan positif dengan wacana penyesuaian tarif air PDAM Tirtanadi ini.

“Tarif air naik tidak masalah, asal pelayanan ditingkatkan,” ujar warga bernama Eko.

Berbeda dengan Eko, Nina masyarakat Lingkungan V, Kelurahan Mabar Hilir mengatakan bahwa saat ini belum ada jalur PDAM Tirtanadi yang masuk kedalam Gang di rumahnya.

“Saya berharap agar PDAM Tirtanadi segera membangun jalur ke Lingkungan rumah saya, saya dan keluarga yang lain juga mengharapkan hal yang sama,” ujar Nina menerangkan. (ts-02)

loading...