Penyesuaian Tarif Dilakukan Guna Menjaga Agar PDAM Tirtanadi Tetap ‘Sehat’

150
Tim Penyesuaian Tarif PDAM Tirtanadi saat melakukan sosialiasi di Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (20/4/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Indonesia dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima terhadap kebutuhan air bersih kepada masyarakat, termasuk PDAM Tirtanadi yang saat ini dikelola Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Untuk itu, tarif yang diterapkan kepada pelanggan haruslah sesuai dengan kondisi yang ada sekarang. Pasalnya, pembiayaan operasional yang dilakukan untuk memproduksi air bersih itu berasal dari tarif yang dikenakan kepada pelanggan.

“Perlu diketahui bahwa PDAM Tirtanadi bukanlah perusahaan daerah yang bersifat business oriented. Akan tetapi kami bersifat social oriented. Karena itu, kami tidak bisa semena-mena dalam membuat aturan, apalagi dalam menyesuaikan tarif,” kata Ketua Tim Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi Sumut, Ir Zulkifli Lubis MSi pada acara Sambung Rasa Pelanggan terkait Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi di Kantor Lurah Martubung Jalan Pancing 1 Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (19/4/2017).

Acara ini dihadiri Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi, Ir Heri Batangari Nasution M PSi, Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin SE MSi, Kepala cabang PDAM Tirtanadi Medan Labuhan Hasri Sahran Ritongan SE, didampingi Kepala Bagian Jaringan Medan Labuhan Ir Sunardi Tambunan dan Kepala Bagian PDAM Tirtanadi Cabang Labuhan seperti Ma’ruf dan Nardi Suheri.

Hadir juga pada acara tersebut, Camat Medan Labuhan Arrahman Pane didampingi Sekcam Medan Labuhan dan Lurah Martubung, Pemerhati Sosial dari Universitas Sumatera Utara (USU), Irvan Simatupang serta warga sekitar Medan Labuhan.

Zulkfili menjelaskan, tarif baru yang akan ditetapkan PDAM Tirtanadi terjangkau untuk masyarakat dan tidak melampaui 4 persen dari Upah Minimum Provinsi (UMP).

Masih mengenai tarif, kata Zulkifli, pihaknya selama ini telah mensubsidi untuk pelanggan rumah tangga (RT) II yang mencapai 20,9 persen. Sementara untuk pelanggan RT III mencapai 41,6 persen.

“Dan ini yang menjadi beban bagi perusahaan,” cetusnya.

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kadiv SDM PDAM Tirtanadi ini mengatakan dalam hal operasional, pihaknya membutuhkan anggaran dana yang cukup besar untuk membangun instalasi pengolahan air (IPA).

“Di tahun 2017 ini, kita mengalokasikan anggaran sebesar Rp320 miliar yang digunakan untuk pembangunan IPA Sunggal, Deli Tua, Medan Denai, TLM, IPA Paket Pancur Batu, yang nantinya akan menghasilkan 1.380 liter per detik air bersih,” tuturnya seraya menambahkan bahwa air bersih yang dihasilkan itu nantinya yang disalurkan kepada masyarakat pelanggan Tirtanadi.

Zulkifli juga mengungkapkan untuk pembangunan IPA tersebut, pihaknya juga sangat berharap biaya operasional lainnya yang berasal dari pelanggan.

Sementara itu, Direktur Air Limbah Ir Heri Batangari Nasuton M PSi menjelaskan saat ini Tirtanadi memiliki 350 ribu lebih pelanggan atau sekitar 74 persen pelanggan Tirtanadi yang ada di Kota Medan.

“Artinya belum seluruhnya masyarakat Kota Medan menjadi pelanggan Tirtanadi. Namun demikian, kami tidak menutup diri apabila ada masyarakat yang ingin menjadi pelanggan. Karena seiring perkembangan dan kemajuan zaman, di Kota Medan banyak didirikan perumahan yang pastinya membutuhkan air bersih,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Heri, pihaknya mengingatkan bahwa saat ini Tirtanadi kurang maksimal dalam memberikan pelayanan air bersih. Untuk itu, didalam penyesuaian tarif nanti, Tirtanadi berharap masyarakat memahami dan menyetujui langkah yang diambil.

Pemerhati Sosial dari USU Irvan simatupang yang hadir pada kesempatan itu mengatakan Tirtanadi memiliki tanggungjawab besar kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan saat ini Tirtanadi sudah dikelola oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Untuk itu, terhadap penyesuaian tarif ini, jajaran Direksi Tirtanadi tentunya sudah memikirkannya dengan penuh pertimbangan.

Sementara itu, Camat Medan Labuhan Arrahman Pane mengatakan Medan Labuhan dapat memahami penyesuaian tarif yang saat ini sedang disosialisasikan oleh Tirtanadi. “Yakinlah bapak dan ibu semua, program pemerintah tidak akan pernah memberatkan warga,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Medan Labuhan, B Nduru mengeluhkan kondisi air PAM yang keruh dan sering mati.  (ts-02)

loading...