Tagihan Listrik PDAM Tirtanadi Capai Rp15 Miliar Per Tahun

90
Tim Penyesuaian Tarif PDAM Tirtanadi saat melakukan sosialisasi di Kecamatan Medan Petisah, Kamis (20/4/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | PDAM Tirtanadi yang saat ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan melakukan penyesuaian tarif pada Mei mendatang (untuk pemakaian air bulan April—red).

Pihak manajemen beralasan kenaikan tarif dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional, diantaranya menyesuaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), dimana tagihan listrik PDAM Tirtanadi mencapai Rp15 miliar per tahun.

“Untuk pengembangan pelayanan kita telah membangun instalasi pengelolaan air untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan,” tutur Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Delvriyandri, dalam acara sambung rasa pelanggan dengan PDAM Tirtanadi, di aula Kantor Kecamatan Medan Petisah, Kamis (20/4/2017).

Dikatakannya, sumber mata air di Sibolangit masih tetap yang terbaik pada saat ini. “Ini berdasarkan tim ahli dari Belanda,”ucapnya.

Namun sumber air dari Sibolangit hanya sampai di Johor saja, dimana untuk itu dikelola air sungai seperti di Sunggal, Delitua, Martubung, Hamparan Perak sedangkan di Denai menggunakan mesin pompa yang tentunya membutuhkan biaya cukup besar.

Bila dibandingkan dengan daerah lain, dengan kenaikan air tentu tidak terlalu mahal dibandingkan seperti Jakarta dan Bandung ataupun di Pekanbaru.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Medan Petisah, Syamsul Effedi Rambe mengingatkan kenaikan tarif tidak hanya sekedar peningkatan pelayanan mutu kualitas dan kuantitas semata akan tetapi juga diiringi dengan pencatat meteran.

Karena menurutnya, banyak pelanggan yang kaget ketika saat membayar tagihan terjadi pembengkakan rekening. “Untuk itulah kita meminta ini menjadi masukan sebab hal-hal yang seperti inilah terjadi di lapangan,” ucapnya.

Tanggapan lainnya juga datang dari Agus Susanto warga Jalan Pasundan, yang mengkritik masalah kualitas air dan meteran. “Pak, gimana kualitas yang sering berubah dan gimana pula dengan meteran yang selalu saja jadi sasaran para pencuri. Kabarnya meteran itu dijual kepada oknum rekanan,?”ucap Agus.

Kalau masalah meteran itu memang tanggungjawab dari sipemilik, namun kalau katanya dijual kepada oknum rekanan tidak mungkin karena nomor register sudah tercantum. “Kita banyak juga yang menangkap dan melaporkan kepada pihak kepolisian,”ucapnya.

Masih menurut Delvi, selama dirinya bertugas di PDAM Tirtanadi, pihaknya terus meningkatkan kualitas sesuai dengan permenkes tahun 2010.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Pelanggan PDAM Tirtanadi Sumut, Tauhid Ichyar menyebutkan adapun penyesuaian tarif dilakukan melalui tahapan dan pertimbangan serta merujuk ketentuan Permendagri No.71 Tahun 2016 Ayat 2, pasal 1 ayat 10, pasal 3 ayat 1 huruf a serta pasal 22 dan 25 yang disesuaikan dengan tingkat inflasi, kenaikan UMK dan TDL.

Dengan demikian, keluhan masyarakat terkait air mati dapat diminimalisir. Pihaknya juga akan memberi sanksi tegas terhadap pegawai di lapangan yang merugikan pelanggan, ungkapnya.

Hadir dalam mendampingi Delviyandri, Kepala Divisi Hubungan Pelanggan PDAM Tirtanadi Sumut, Tauhid Ichyar, Kacab PDAM Seiagul Salman, serta pejabat dari kecamatan dan kelurahan di petisah. (ts-02)

loading...