Pemerintah Blokir Website Telegram

77

tobasatu.com, Jakarta | Website Telegram diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) sejak Jumat (14/7/2017). Pemblokiran lantaran Telegram terendus menjadi saluran komunikasi bagi kalangan teroris. Memang Telegram hadir dengan menawarkan percakapan pesan yang menjaga privasi pengguna.

Pemblokiran ini langsung mendapat respons warganet Indonesia. Rata-rata warganet menyesalkan keputusan pemerintah yang terburu-buru memblokir aplikasi yang terkenal dengan privasinya tersebut. Perbincangan soal Telegram memuncaki daftar topik populer perbincangan Twitter pada Jumat sore.

“Telegram diblokir karena dipakai teroris buat komunikasi. Lalu teroris bilang mereka pakai LINE, WA, BBM, Indonesia kembali surat menyurat,” tulis akun @AnangPratama.

Sementara pengguna Twitter lain juga tak kalah menyindir pemblokiran ini.

“Telegram diblok ini pasti gara-gara banyak anak rp bikin grup di sana terus berisik maen family 100,” tulis akun @makmummasjid.

Aku tersebut juga menyindir Kominfo untuk segera memblokir Instagram. Sebab menurut akun ini, Instagram banyak menampilkan cewek cantik tapi ternyata akun mereka diprivasi.

“Instagram blok aja pak, banya ciwi cakep instagramnya digembok, percumaaahhhh,” tulis akun tersebut.

Sebelumnya, Kominfo telah mengonfirmasi telah memblokir layanan Telegram.

“Telegram per siang tadi telah diblokir,” ujar Kepala Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza, Jumat (14/7/2017). (ts)

loading...