Batik Medan Catat Rekor MURI

68
Walikota Medan Dzulmi Eldin ketika menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori Karnaval Mengenakan Busana Batik Medan oleh Peserta Terbanyak, Minggu (16/7/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Pemko Medan berhasil mencatat Rekor MURI dengan kategori Karnaval Mengenakan Busana Batik Medan oleh Peserta Terbanyak, Minggu (16/7/2017).

Tercatat, terdapat 2.674 peserta karnaval mengenakan Batik Medan yang merupakan hasil kerajinan para pelaku UMKM di Kota Medan.

Rekor MURI berhasil diraih setelah 2.674 peserta karnaval mengenakan Batik Medan yang merupakan hasil kerajinan para pelaku UMKM di Kota Medan. (tobasatu.com).

Rekor itu berhasil dicapai saat pagelaran Parade Budaya yang digelar Pemko Medan dalam rangka memeriahkan HUT ke-427 Kota Medan.

Penghargaan disampaikan pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diterima Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  didampingi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, Wakil Walikota Ir Akhyar Nasution MSi beserta Wakil Ketua TP PKK, Ny Nurul Khairani Akhyar Lubis.

Parade Budaya diikuti lebih dari 3.000 peserta yang mengenakan Batik Medan, pakaian adat, serta pakaian hasil modifikasi yang sangat menarik.

Selain untuk melestarikan 14 budaya etnis yang ada di Kota Medan, kegiatan ini juga digelar dalam rangka meningkatkan sekaligus mempromosikan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara sekaligus  sebagai hiburan kepada seleuruh masyarakat yang selama ini sudah mendukung proses pembangunan di Kota Medan.

Sebelum melaksanakan Karnaval Budaya, seluruh peserta yang terdiri dari pimpinan SKPD, camat, lurah, kepala lingkungan serta masyarakat berkumpul di depan rumah bersejarah, Tjong Afie di Jalan Ahmad Yani.

Mereka mengenakan Batik Medan dengan berbagai motif seperti Penari Melayu, Tepak Sirih, Istana Maimun, Becak Medan, Masjid Raya, Payung, Becak Medan, Durian, Bunga Kangkung, Bunga Terong, Kupu-Kupu, Daun Sirih dan Bunga Padi.

Walikota Medan Dzulmi Eldin sendiri dalam kesempatan itu terlihat mengenakan Batik Medan berwarna biru dengan motif Becak Medan. Sedangkan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan mengenakan motif tarian Melayu  dan Istana Maimun dipadukan bunga merah juga warna biru. Sementara itu Wakil walikot mengenakan Batik Medan bermotif Masjid Raya, sementara sang istri mengenakan busana bermotifkan tepak sirih.

Selanjutnya mereka beserta unsur Forkopimda dan ribuan masyarakat berjalan menuju Lapangan Merdeka melintasi karpet merah berukuran lebih kurang 2 meter dengan panjang sekitar 500 meter. Iring-iringan ini melintasi bangunan-bangunan  tua yang memenuhi sisi kiri maupun kanan Jalan Ahmad Yani.

Menurut Walikota Medan Dzulmi Eldin, Karnaval Budaya merupakan simbol Medan sebagai kota multikultural yang dihuni 14 etnis budaya dominan dan mewarnai kehidupan di ibukota Provinsi Sumatera Utara. Walaupun beragam namun semua hidup berbaur dengan penuh kedamaian dengan menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sehingga Medan sering dijuluki miniaturnya Indonesia.

Sedangkan Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH mengaku sangat gembira karena Parade Budaya, terutama peserta yang mengenakan Batik Medan mendapat penghargaan dari MURI. Dengan penghargaan yang diperoleh itu, Hj Rita berharap Batik Medan semakin terkenal sehingga  UMKM di Kota Medan semakin maju, terutama bagi para pengrajin batik. (ts-02)

loading...