Ini Negara Yang Siap Bantu Indonesia Cari QZ8501

873

airasia-hilang-kontak-belum-dipastikan-alami-kecelakaan

tobasatu – Pemerintah RI memberikan kemudahan bagi negara-negara lain yang ingin membantu mencari AirAsia QZ8501. Pesawat itu hilang dari radar Minggu (28/12) pagi, dan belum ditemukan sampai sekarang, Senin (29/12).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan saat ini sudah banyak tawaran bantuan asing yang datang, antara lain dari Australia, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Di luar itu, Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat juga menyatakan siap membantu.

“Kami menerima tawaran bantuan dari Australia berupa dua pesawat PC3 Orion yang perizinannya sudah kami bagikan pagi ini,” ujar Retno dalam konferensi pers di kantor pusat Badan SAR Nasional (Basarnas), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sementara Malaysia telah menyiapkan tiga unit kapal SAR. Perizinan bagi kapal-kapal Singapura itu pun telah diberikan Indonesia, sehingga mereka bisa masuk perairan RI per hari ini. Selain itu, Singapura juga mengerahkan tiga kapal jenis frigate landing ship tank dan satu pesawat hercules C-130.

“Izin juga sudah diberikan untuk pesawat SAR Hercules C-130 yang ditawarkan Malaysia,” kata Retno. Seluruh kapal dan pesawat yang telah diberi izin itu telah bergabung dengan Basarnas dalam operasi pencarian QZ8501.

Izin juga diberikan untuk satu pesawat asal Korea Selatan yang akan mulai bergabung dengan Basarnas, Selasa (30/12) esok. Perizinan diberikan Indonesia sesuai dengan tawaran bantuan yang diberikan negara sahabat.
Menlu Retno pun akan melakukan pembicaraan dengan perwakilan Inggris dan Perancis hari ini terkait bantuan yang ditawarkan kedua negara itu.

“Dubes RI di Washington, tengah malam tadi juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat siap membantu pencarian AirAsia, dan pagi tadi saya juga berkomunikasi dengan Dubes RI di Ottawa. Kanada siap membantu pencarian,” tutur Retno.

BACA JUGA  Ratusan Warga Sidoarjo Ancam Serbu Istana

Kemungkinan adanya peralatan tambahan yang diperlukan Basarnas dalam pencarian QZ8501 juga dibahas Kementerian Luar Negeri. “Basarnas yang membuka jalan mengenai spesifikasi apa yang diperlukan,” ujar Retno. (int/ts-04)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here