Masjid Al-Osmani

199
Masjid Al-Osmani (ist)
Masjid Al-Osmani (ist)
Masjid Al-Osmani (ist)

tobasatu-Letaknya hanya sekitar 20KM sebelah utara Kota Medan. Tepatnya di daerah Labuhan, di sana berdiri sebuah masjid bersejarah peninggalan kejayaan kesultanan melayu abad ke 19. Masjid ini juga di kenal dengan sebutan Masjid Labuhan karena lokasinya yang berada di Kec Medan Labuhan, Jl KL Yos Sudarso.

Namun, masjid bewarna kuning ini bernama asli Masjid Al-Osmani. Masjid ini adalah masjid tertua di Kota Medan. Masjid Al-Osmani dibangun pada 1854 oleh Raja Deli ketujuh, yakni Sultan Osman Perkasa Alam dengan menggunakan bahan kayu pilihan. Kemudian pada 1870 hingga 1872 masjid yang terbuat dari bahan kayu itu dibangun menjadi permanen oleh anak Sultan Osman, yakni Sultan Mahmud Perkasa Alam yang juga menjadi Raja Deli kedelapan.

Hingga kini, selain digunakan sebagai tempat beribadah, masjid itu juga dipakai sebagai tempat peringatan dan perayaan hari besar keagamaan dan tempat pemberangkatan menuju pemondokan jamaah haji yang berasal dari Medan utara.

Masjid Al-Osmani didominasi warna kuning, warna kebesaran kesultanan melayu, warna tersebut diartikan atau menunjukkan kemegahan dan kemuliaan. Kemudian dipadu dengan warna hijau yang filosofnya menunjukkan keislaman. Di masjid ini juga terdapat lima makam raja deli yang dikuburkan yakni Tuanku Panglima Pasutan (Raja Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Raja Deli V), Sulthan Amaluddin Perkasa Alam (Raja Deli VI), Sultan Osman Perkasa Alam, dan Sulthan Mahmud Perkasa Alam. (ts)