Kasus Pembunuhan Mertua Guru Besar USU Belum Temukan Titik Terang

1100
Medan – tobasatu.com | Hampir 3 bulan berlalu, namun kasus pembunuhan Diana br Siagian (64), warga Jalan Bunga Kenanga Pasar III Padang Bulan, belum juga terungkap. Pihak kepolisian pun belum berhasil menemukan pelaku pembunuhan mertua dari Prof Marlon Sihombing, seorang Guru Besar di Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.
Kepada wartawan, Senin (5/1/2015) Prof Marlon Sihombing, menyampaikan rasa kecewanya sekaligus mempertanyakan lambannya kinerja aparat kepolisian tersebut. Sebagai menantu, kata Marlon, dia berharap agar kasus pembunuhan ibu mertuanya itu segera terungkap, dan pembunuhnya segera ditangkap. Karena, kematian sang ibu pada Selasa (9/9) lalu sangat tidak lazim. Korban ditemukan tewas dengan kondisi leher sudah terjerat kabel di kamar tidurnya.
“Sebagai menantu, saya merasa kecewa kenapa pembunuh ibu mertua saya hingga kini belum juga tertangkap. Kasus itu sepertinya jalan di tempat, tidak ada kemajuan. Kita pertanyakan kinerja aparat kepolisian,” tutur Marlon Sihombing.
Sebagai seorang akademisi dan Guru Besar di USU yang sangat memahami bagaimana seharusnya system pelayanan publik yang baik, dia mengaku kecewa dengan kinerja aparat kepolisian dalam melayani masyarakat.
Pihak keluarga, kata Marlon, sudah melaporkan kasus ini ke Ombudsman RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, agar kasus ini segera ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Peristiwa pembunuhan Diana boru Siagian (64) terjadi pada Selasa, 9 September 2014 lalu, sekira pukul 10.45 WIB. Korban ditemukan sudah tewas dengan kondisi leher terjerat kabel di kamar tidur rumahnya. Temuan mayat istri dari T Simanjuntak, yang merupakan mantan Kasi Perizinan Disperindag Deliserdang itu sontak menggemparkan warga Jl. Bunga Kenanga Lingkungan I, Kel. PB Selayang II, Kec. Medan Sunggal. Kuat dugaan, nenek 14 cucu itu sengaja dibunuh, karena berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, tak ada barang berharga milik wanita itu yang hilang.
Info dihimpun dari lokasi kejadian, jasad mengenaskan korban pertama kali ditemukan menantunya, Elisabet br Tarigan yang kala itu baru pulang belanja dari Pajak Pagi (Pasar—red) Padang Bulan.
Pagi sebelum kejadian, Elisabet yang tinggal di Simalingkar ini memang sengaja datang karena dipanggil dan disuruh mertuanya belanja keperluan sehari-hari ke pajak. Sebelum pergi, Diana tak hanya memberikan uang, ia juga menyerahkan kunci dan menyuruh Elisabet mengunci pintu dan gerbang rumah dari luar.
Setelah melakukan perintah sang mertua, Elisabet pun pergi meninggalkan korban terkurung sendirian di rumah.
Namun sepulang belanja, Elisabet mengaku menemukan mertuanya telah tewas dengan kondisi leher terjerat kabel. Padahal, Elisabet mengaku baru sekitar satu jam meninggalkan korban. Bahkan sebelum pergi belanja, ia sempat mengajak korban ikut ke pajak.
Diana br Siagian meninggalkan 5 putra dan 2 orang putri, serta 14 orang cucu. Debora Ernawati br Simanjuntak yang merupakan istri Prof Marlon Sihombing, merupakan anak ke 2 dari almarhum. (HD)
BACA JUGA  Jurnalisme Berperspektif Korban dalam Meliput Kasus Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here