UN Kini Cuma Pemetaan, Tak Lagi Syarat Kelulusan

205

tobasatu |  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengubah sistem ujian nasional (UN). Perubahan tersebut yaitu, UN bukan lagi menjadi ukuran kelulusan tapi pengukuran untuk pemerataan pendidikan.

“UN fungsinya untuk pemetaan, UN tidak lagi sebagai syarat kelulusan,” katanya saat menghadiri konggres kerja nasional (kongkernas) PGRI II di Hotel Inna Muara, Padang, Sabtu (24/1/2015).

Ia menjelaskan, lulus atau tidaknya seorang peserta didik, akan dinilai oleh sekolahnya. Jika sekolah menyatakan lulus, maka peserta didik tersebut akan mendapatkan sertifikat dari negara.

Namun, jika seorang peserta didik dirasa kurang dalam pencapaiannya, maka bukan sekolahnya yang diulang, namun pendidikannya.

“Kita ingin ujian bukan sesuatu yang mengerikan tapi tentang apa yang ingin diraih, exam of learning menjadi exam as learning,” ujar Anies.

Menurutnya, selama ini banyak terjadi kecurangan dalam penerapan UN. Kecurangan tersebut, katanya, adalah kecurangan berjamaah. Bahkan, guru juga berada dalam posisi terjepit, di satu sisi berharap semua anak didiknya lulus, namun di sisi lain sulit untuk memberantas kecurangan.

Anis mengatakan, akan kembali menerapkan program pendidikan seperti yang pernah diajarkan Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan yang menyenangkan. Salah satunya, menjadikan sekolah terkonsep sebagai taman pendidikan. Dengan begitu, ada tantangan tersendiri dari sebuah sekolah, bagaimana membuat seorang siswa betah berlama-lama di taman pendidikan.

Ia menegaskan, UN ini tujuannya bukan untuk menilai pencapaian kompetensi kelulusan. Namun lebih kepada pemetaan untuk kemudian digunakan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sementara untuk kelulusan, katanya, ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan seluruh komponen, semua pelajaran, termasuk faktor perilaku di dalam proses belajar mengajar.

“Kelulusan ditentukan sekolah. Lalu UN hasilnya bukan cuma angka, harus ada diskripsinya. Artinya, apa kalau anak mendapatkan nilai delapan?” tutur Anies. (04)

BACA JUGA  UN Hari Pertama, Ombudsman Temukan Kunci Jawaban Beredar di SMAN 2
Loading...
loading...