Sidang Sengketa Lahan Sirkuit Pancing

264

Dua Pejabat BPN Deliserdang jadi Saksi

Tobasatu | Dua pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang diperiksa sebagai saksi, atas perkara sengketa lahan tapal batas Sirkuit IMI Jalan Pancing Kabupaten Deliserdang dengan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/2).

Kedua pejabat BPN tersebut yakni, Kasubsi Pendaftaran BPN Deliserdang, Dani dan Kasubsi pengukuran dan pemetaan BPN Deliserdang, Irwan Muslim. Mereka memberikan keterangan untuk dua terdakwa mantan Kepala Inspektorat Pemprovsu, Hasban Ritonga dan Khairul Anwar, mantan Kadispora Pemprovsu.

Dihadapan majelis hakim diketuai Dahlan Sinaga, Irwan Muslim mengatakan pembangunan sirkuit IMI pancing berdiri diatas sebagian bangunan Hak Guna Bangunan (HGB) 1112-1113 milik PT Mutiara Development.

“Masalah sirkuit ini karena berdiri diatas bangunan HGB 1125 atas nama Yayasan, HGB 11 26 atas nama perorangan dan HGB 1112 dan 1113 milik PT Mutiara Development,”ucap salah seorang Saksi di ruang utama PN Medan.

Irwan menambahkan, lahan sirkuit tersebut masih milik Pemprovsu. Dia juga mengaku HGB PT Mutiara Development sudah terbit terlebih dahulu sebelum sirkuit IMI dibangun.

“Waktu dibangun sirkuit tersebut sudah diatas lahan PT Mutiara Development,”jelasnya.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi majelis hakim menunda persidangan hingga Senin (9/2) dengan agenda yang sama.

Usai sidang, Hasban Ritonga saat ditemui wartawan terkait pembebas tugasannya sebagai Sekda Pemprovsu oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Dia mengatakan dirinya taat akan peraturan yang ditentukan negara dan telah menerima surat pembebasan tugas sementara dirinya sebagai Sekda.

“Saya kira istilahnya dulu ya, ini bukan penonaktifan. Tetapi dibebas tugaskan sementara. Saya akan taat pada peraturan di negara kita dan sudah menerima surat pembebasan tugas tersebut,”ujar Hasban.

Hasban yang disinggung soal adanya keterlibatan permainan orang lain dan kegiatan dirinya pasca dibebas tugaskan, mengaku selalu berpikir positif dan berkonsentrasi dengan persoalan hukum yang menimpanya.

BACA JUGA  Kapentak Lanud Suwondo "Itu Situasional di Lapangan"

“saya positif thinking aja. Dan berkonsetrasi dengan persoalan hukum yang menimpanya,”tandasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum kedua terdakwa, Marasamin Ritonga mengaku belum menerima surat pembebas tugasan kliennya sebagai Sekda.

“Belum ada melihat surat Mendagri ataupun Gubernur pembebas tugasnya. Harus melihat tidak mungkin memberikan suatu tanggapan materinya belum tau,”ucap Marasamin

Sedangkan saat ditanya keterangan para saksi hingga persidangan kali ini, Marasamin mengaku belum bisa menyimpulkannya.

“Inikan yangdiungkapkan para saksi masih keterangan normatif. Jadi belum bisa kami simpulkan. Karena masih banyak lagi saksi BAP dari Jaksa yang dihadirkan,”tuturnya. (ts-06)

Loading...
loading...