Kasus Pembunuhan di Terminal Caffee

1365

Evan Rusmana Dituntut 18 Tahun Penjara

Tobasatu | Evan Rusmana, terdakwa kasus pembunuhan Marliza alias Liza (21) pramujasi Cafe & Resto Terminal di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur hanya bisa tertunduk tanpa banyak gerak ketika mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Mirza di Ruang Candra, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (12/2). Atas perbuatannya, dia dituntut hukuman penjara selama 18 tahun.

Dalam amar tuntutannya, terdakwa Evan Rusmana (30) warga Jalan Gaharu, Gang Sidomulyo, Kecamatan Medan Timur dijerat dengan pasal pasal 338 jo 351 ayat 2 KUHPidana tentang pembunuhan dan penganiayaan.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum, majelis hakim yang diketuai Nelson J. Marbun, terdakwa Evan Rusmana meminta keringanan dan berkeinginan untuk mengunjungi keluarga korban. “Saya menyesal yang mulia, saya memohon keringanan, dan saya juga berkeinginan untuk menjumpai keluarga korban untuk meminta maaf,” katanya.

Nelson kemudian menunda persidangan hingga sepekan mendatang dengan agenda mendengarkan nota pembelaan (pledoi) yang akan diajukan secara tertulis dan dibacakan oleh dirinya sendiri dan penasehat hukumnya.

“Jadi, karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dan luka-luka serius, maka terdakwa dituntut hukuman penjara selama 18 tahun,” kata jaksa Mirza kepada wartawan usai sidang.

Untuk diketahui, dalam amar dakwaan yang dibacakan JPU Mirza, Evan Rusmana telah melakukan pembunuhan terhadap pramujasi Cafe & Resto Terminal di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Marliza pada Minggu (21/9) lalu.

Kejadian tersebut bermula saat Evan tengah duduk di dapur lalu di datangi korban dan kemudian terlibat percekcokan. Evan membawa korban ke dekat kamar mandi sembari adu mulut. Saat emosi, dia lalu memukul korban dengan botol minuman.

BACA JUGA  Foto Bocah Korban Pemerkosaan Dikubur di Lumpur Jadi Viral

Adik korban Azmi (19) yang melihat kejadian itu mencoba melerai, namun ia pun di pukul dengan menggunakan botol. Kemudian Azmi kembali mengahalangi Evan saat melihat korban berlari hendak keluar dapur. Begitu melihat korban berlari, Evan kemudian mengambil pisau yang berada di meja dapur dan berusaha membunuh korban, namun adik korban kembali menghalanginya.

Di situ, Azmi lalu ditolakkan Evan hingga kembali jatuh dan rekan korban yang melihat langsung di lempar tersangka dengan menggunakan gelas yang berada di atas meja. Evan yang semakin emosi, mengejar korban lalu menghujamkan pisau ke kaki dan mendorong korban hingga jatuh..

Tak sampai di situ, Evan lalu kembali mendatangi adik korban dan menghujamkan pisau ke badan, kaki Azmi secara bertubi-tubi. Selanjutnya, Evan yang melihat korban berlari keluar dapur lalu mengejarnya dengan membawa pisau dan parang yang berada di tangan kanan dan kirinya.

Di teras cafe, dia lalu menangkap dan langsung menebas leher korban. sebanyak 2 kali. Di situ, dia mencoba kembali masuk ke dalam cafe dan mengancam penjaga kasir. Emosinya yang semakin memuncak kembali mendatangi korban yang saat itu telah sekarat di lantai cafe. Dia kembali menebaskan leher korban sebanyak dua kali hingga nyaris putus.
Pengunjung, karyawan dan satpam cafe yang melihat kejadian tak dapat berbuat banyak karena diancam korban dengan menggunakan parang dan pisau di tangannya

Dari kesimpulan pemeriksaan, korban Marliza tewas disebabkan oleh luka robek di leher, putusnya pembuluh besar nadi leher, saluran pernafasan dan saluran makanan akibat trauma tajam di leher. (ts-06)