Insiden Terbaliknya Boat di Pulau Rubiah Tak Surutkan Minat Wisatawan

275

tobasatu | insiden terbaliknya kapal boat yang menewaskan Guru Besar USU Retno, Kamis12/2), tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berwisata ke Pulau Rubiah, Sabang, Provinsi Aceh. Ini terbukti dari masih cukup ramainya pengunjung yang melakukan wisata snorkling di Kepulauan Rubiah tersebut.

Salah seorang instruktur Snorkling, Hendra, kepada tobasatu, Minggu (15/2/2015) menyebutkan, insiden terbaliknya boat kaca tersebut tidak mengganggu kunjungan wisatawan baik domestik maupun international. Bahkan kepadatan wisatawan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada libur Imlek hari Kamis (19/2/2015).

“Pengunjung masih tetap ramai, bahkan pada hari Raya Imlek nanti bisa lebih ramai,” sebut Hendra.

Pria yang mengantongi sertifikat sebagai instruktur Snorkling terbaik di Pulau Sabang ini menyebutkan, insiden tewasnya Guru Besar USU tersebut, disebabkan karena boat kaca terbalik akibat hembusan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, yang mengakibatkan boat menjadi terbalik.

Hendra menyebutkan, kondisi kapal yang ditumpangi 8 orang tersebut memang kurang layak pakai. “Kabarnya memang boat kaca itu kondisinya kurang layak pakai,” sebutnya. Sementara Retno, korban yang tewas, tidak mengenakan pelampung, sehingga saat boat terbalik dia meminum terlalu banyak air.

Menurut Hendra, jika menghadapi situasi seperti itu, kuncinya adalah idak boleh panik, karena jika kita panik maka kita akan semakin banyak menghirup air. “Coba tenangkan diri, kalau tidak memakai pelampung, coba bertahan dengan teman yang menggunakan pelampung, karena pelampung itu bisa untuk mengamankan beban dua orang,” sebutnya. (ts-02)

Loading...
loading...