Jepang Ingin Tingkatkan Investasi Aluminium di Sumut

539

tobasatu, Medan

Pemerintah Jepang  berkeinginan untuk meningkatkan hubungan kerjasama dengan Provinsi Sumatera Utara khususnya di bidang produksi aluminium dan manufaktur.

Hal itu terungkap saat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST MSi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki, Kamis Sore (5/3) di Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman No 41 Medan.

Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki didampingi Konsul Jenderal Jepang di Medan, Mr Yuji Hamada, menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kerjasama kedua negara khususnya di Provinsi Sumut yang selama ini telah terbina dengan baik.

“Provinsi Sumut mempunyai potensi yang sangat besar karena terletak pada Selat Malaka, kami sangat ingin sekali meningkatkan hubungan kerja sama. Apalagi kemarin kami sudah berkunjung ke lokasi Asahan, disana saya sangat senang karena situasi sangat baik untuk memproduksi alumunium,” kata Dubes Jepang saat pertemuan berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa hubungan kerjasama antara Indonesia dan Jepang sangat erat di berbagai bidang. Berdasarkan hubungan yang baik dan sudah terjalin sejak lama tersebut, kedua negara bisa melanjutkan kerjasama dengan lebih erat lagi. Jepang, katanya, sangat ingin melakukan investasi manufaktur yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Kita juga bertujuan untuk meningkatkan investasi di Sumut karena Jepang masih ada ruang untuk memperbesar investasi dan pada masa jabatan saya di Jakarta saya ingin berkontribusi untuk Jepang,” ujarnya.

Menurutnya, mengapa Jepang sangat berminat sekali berinvestasi di Sumut, karena memang para investor Jepang mengatakan bahwa biaya produksi yang lebih murah di Sumut.

“Salah satu perusahan Jepang yang telah berinvestasi tahun lalu pada produk elektronik telah mengembangkan usahanya dan memperkerjakan sebanyak 7.500 pegawai. Semuanya pegawai orang Sumut dan mereka SDM yang handal. Di Sumut para pegawainya pada tingkat level tinggi,” ujarnya.

Kerjasama Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Indonesia dalam investasi produksi aluminium tampaknya bukanlah suatu hal yang baru. Selama berpuluh tahun, pemerintah Jepang berinvestasi di bidang produksi aluminium dengan adanya PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) yang terletak di Kabupaten Asahan.

PT Inalum sendiri akhirnya diserahkan kepada pemerintah Indonesia, setelah pemerintah Indonesia membeli saham PT Inalum dari pemerintah Jepang sekitar Rp7 triliun lebih.

Menanggapi hal itu, Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi berterimakasih kepada Pemerintah Jepang atas kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan Indonesia, khususnya di Provinsi Sumut.

Terkait dengan upaya peningkatan kerjasama kedua negara khususnya di Provinsi Sumut, Gubsu menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, memang sudah sepantasnya Indonesia dan Jepang terus mempererat dan meningkatkan kerjasama yang memang sudah berlangsung sejak lama.

“Saya mengundang untuk berinvestasi. Banyak yang bisa ditingkatkan baik itu infrastruktur dan lainya,” ujar Gubsu.  (ts-02)

Loading...
loading...