Masyarakat Kini Lebih Mudah Laporkan Kasus-Kasus Lingkungan Hidup

1057
foto : Arya R/humas

tobasatu, Jakarta

Untuk mempermudah masyarakat melaporkan kasus-kasus yang berhubungan dengan lingkungan hidup, Kementrian Kehutanan membuka Sekretariat Pelayanan Penanganan Pengaduan Kasus-Kasus Lingkungan Hidup dan Kehutanan (TP2KLHK), pada Kamis (12/3/2015).

Dalam press release yang diterima tobasatu, Jumat (13/3/2015), disebutkan bahwa pengaduan dapat dilakukan masyarakat dengan mendatangi sekretariat TP2KLHK yang berlokasi di Gedung Manggala Wanabakti Blok 1 Lantai 1, Jl.Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. Pengaduan juga bisa dilakukan dengan mengirim pesan singkat (SMS) atau menghubungi nomor telpon hotline 0811 932 932, atau akses via internet melalui website http://pengaduan.menlhk.go.id serta e-mail : pengaduan@menlhk.go.id.

Disebutkan, Tim Penanganan Pengaduan Kasus-Kasus Lingkungan Hidup dan Kehutanan (TP2KLHK) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 24/Menhut-II/2015, yang telah diterbitkan pada tanggal 15 Januari 2015 lalu.

Tim ini dibentuk untuk menyelesaikan tugas mendesak dan melaksanakan penanganan pengaduan kasus-kasus lingkungan hidup dan kehutanan. Pelaksana teknis tim ini diketuai Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup, Himsar Sirait, dan Inspektur Jenderal Kementrian Kehutanan, Prie Supriadi.

Disebutkan, tim bertugas untuk menampung dan menganalisis kasus-kasus lingkungan hidup dan kehutanan yang disampaikan oleh masyarakat, dan menyiapkan langkah-langkah penanganan kasus-kasus lingkungan hidup dan kehutanan.

Target hasil kerja tim ini adalah pengembalian dan/atau pengukuhan hak; pemberian akses pemanfaatan/kemitraan; penyelesaian ganti rugi sesuai kesepakatan kedua belah pihak baik melalui mediasi maupun pengadilan; pengambilan keputusan oleh Menteri LHK dengan mempertimbangkan kepentingan perlindungan lingkungan serta keselamatan warga; penerapan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.

Tim juga bertugas menangani konflik-konflik yang telah mengakibatkan korban cukup banyak, penanganan kasus yang sudah terlalu lama, adanya unsur kekerasan, yang menimbulkan kerugian negara yang cukup tinggi. (ts-09)