Syamsul Anwar Dipastikan Mendekam Dibalik Jeruji Besi

619

 

tobasatu, Medan | Pasal 338 KUHPidana yang disangkakan penyidik Polresta Medan terhadap tersangka Syamsul Anwar masih belum kuat, begitu pun Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram Istanto tak kehabisan akal untuk menghukum tersangka dengan seberat-beratnya.

Bram menjerat tersangka Syamsul Anwar dengan Undang Undang Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara. Dan Undang Undang Perdagangan Orang itu sudah disetujui oleh penyidik jaksa.

“Memang untuk menjerat tersangka kepada pelaku pembunuhan sulit. Karena saat korban (Hermin Rusdiawati) dianiaya tersangka enggak ada di rumah. Saat itu Syamsul sedang berada diluar. Nah sebelum dibawa atau dibuang ke Kabanjahe korban masih hidup. Ketika berada di dalam mobil juga korban masih hidup. Nah setelah dibuang korban meninggal dunia,” ujar Bram, Rabu (18/3/2015) siang.

Bram kembali menyebutkan, walaupun tersangka Syamsul menjadi dalang penyiksaan terhdap korban tidak serta merta ia melakukan aksi pembunuhan. “Syamsul adalah dalang penyiksaan hingga korban sampai meninggal dunia. Dan penyiksaan korban kan dilakukan secara terus menerus. Enggak disiksa saat itu juga sampai korban meninggal dunia. Nah disinilah pandangan jaksa bahwa tersangka tidak dijerat pasal pembunuhan,” sebut Bram lagi.

Begitu pun, sambung Bram, tersangka Syamsul Anwar dipastikan dijerat Undang Undang Perdagangan Orang ditambah Pasal KDRT. “Ya sudah dipastikan tersangka dijerat UU Perdagangan Orang dengan setara dengan pasal pembunuhan dan ditambah lagi dengan pasal lainnya,” tutur Bram.

Sementara itu Rina Melati Sitompul dari Tim Advokasi P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) mendukung langkah-langkah penyidik Polresta Medan untuk menjerat tersangka Syamsul Anwar dengan pasal pidana lainnya walaupun terlepas dari jeratan pasal pembunuhan.

Dia pun menduga bahwa penyidik jaksa mengembalikan berkas tersangka sebanyak dua kali ke penyidik Polresta Medan. “Saya sebenarnya sudah menduga bahwa berkas tersangka Syamsul akan dikembalikan ke penyidik jaksa. Terutama penentuan pasal pembunuhan. Tapi begitu pun langkah-langkah yang dilakukan penyidik Polresta Medan untuk mempidanakan tersangka saya dukung. Artinya tersangka Syamsul bisa dijerat pasal lain yakni UU Perdagangan Orang dan Pasal KDRT,” tutur Rina. (ts-07)