Peristiwa Penembakan Intel Kodim Bisa Picu Kericuhan

749
ilustrasi penembakan

 

tobasatu, Aceh | Tewasnya dua anggota Kodim 0103 Aceh Utara, setelah ditembak dengan menggunakan senjata api jenis AK-47 dan M-16, masih menjadi penyelidikan. Bahkan kedua korban sempat disandera oleh kompoltan bersenjata api di kawasan Desa Alue Mbang, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Mailhat hal ini, sejumlaha netizen pun mulai berkomentar. Tampak dijejaring sosial foto kedua korban diunggah. Pembunuhan dua anggota TNI itu dianggap tragis.

Selain itu, pristiwa ini dianggap dapat memancing dan merusak perdamaian yang sudah ada. Hal tersebut juga diungkapkan Komandan Resort Militer (Danrem) 011/Lilawangsa, Ahmad Daniel Chardin, Selasa (24/4) kemarin.

“Jelas pristiwa ini dapat memancing kericuhan dan merusak perdamaian yang sudah dirintis sejak 15 Agustus 2005 lalu. Kita harapkan ini kejadian yang pertama dan terakhir setelah MoU dan ini akan menjadi catatan Kita! Tapi, kalau hal-hal seperti ini Kita ditarik-tarik lagi tentunya nanti tidak baik kedepannya,” tegas Daniel Chardin menjawab wartawan di Lhokseumawe.

Ditambahkan Ahmad Daniel Chardin, diduga pelaku pembantaian itu berjumlah 10-15 orang berseragam campuran seperti baju loreng dan berpakaian preman dengan menggunakan dua unit mobil bermerek avanza.

Hingga kini belum diketahui motif penyebab aksi penembakan tersebut. Informasi dihimpun, dua prajurit TNI Serda Hendrianto dan Sertu Indra sedang bersilahturahmi ke rumah tokoh perangkat kecamatan Nisam Antara, Muhammad Daud. Pristiwa terjadi ketika kdua korban hendak pulang dan bertemu dengan kelompok bersenjata tersebut. (ts)