Gelar Temu Ramah Dengan Pers

665

tobasatu, Medan | Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi menggelar temu ramah dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) dan insan pers di Medan, Kamis (23/4) siang, di Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan.

Dalam kesempatan itu, Edy memaparkan soal lahan yang ada di Desa Ramunia Deliserdang. Lahan itu, katanya, sejak tahun 1960 sudah milik TNI AD dengan jumlah awal seluas 768 hektar. Karena itu, ia meyakinkan, kalau lahan tersebut milik TNI AD.

Soal klaim sebagian masyarakat, pihak Kodam I/BB sudah mengganti rugi lahan milik warga dengan nilai terkecil Rp12 juta. Menyikapi sejumlah unjukrasa soal lahan di Desa Ramunia, Edy menjelaskan akan menjual lahan tersebut.

“Kalau ribut begini, nanti saya jual saja itu lahan untuk menyelesaikan konflik. Lagi pula lahan disana, Ramunia sudah diapit runway bandara, tidak ada lagi bisa dibuat untuk sejahterakan prajurit. Kalau sudah dijual nanti biar dibeli lagi lahan yang gak ada konfliknya,” kata jenderal bintang dua itu.

Edy juga menjelaskan, konflik-konflik pertanahan yang belakangan terjadi, tidak terlepas dari peran mafia tanah. “Saya sudah tahu orangnya. Oknum itu sudah terlibat jauh dalam penguasaan tanah. Banyak sudah korbannya. Ini harus ditertibkan,” ujarnya.

Selain itu, Edy juga menyoroti maraknya begal dan premanisme di Kota Medan. Dia berencana membuat tim untuk berpatroli khusus. Hanya saja, itu akan dilakukan bekerjasama dengan Polri.

“Karena itu, saya minta ke rekan-rekan media semua untuk satu pemikiran, agar menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Sumut. Kita harus introspeksi karena sudah terlalu banyak konflik disini. Bahkan di instansi juga sudah terjadi,” pungkasnya. (ts-04)