Pemerintah Terus Pantau 34 WNI di Nepal

713
gempa bumi berkekuatan 7,8 SR mengguncang Nepal, dan menyebabkan korban tewas hampir 2.000 orang. (foto/bbc)

tobasatu, Nepal | Pemerintah Indonesia masih terus melakukan pemantauan terhadap 34 WNI yang berada di Nepal, saat terjadinya gempa bumi berskala 7,8 richter yang menewaskan hampir 2.000 orang, Minggu (26/4/2015).

Informasi diperoleh tobasatu.com, Minggu (26/4/2015), dari 34 orang tersebut, Kementrian Luar Negeri mencatat, 18 diantaranya adalah WNI yang menetap sedangkan sisanya adalah WNI yang tengah melakukan kunjungan termasuk diantaranya yang tengah melakukan pendakian Gunung Everest.

Menurut Kemenlu, sejauh ini 17 WNI diketahui dalam kondisi selamat, sementara sisanya masih akan terus dilakukan upaya pencarian. Terkait dengan hal ini, Konsul Kehormatan Indonesia di Kathmandu terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Nepal.

“Kita tidak memiliki KBRI di Nepal sehingga upaya penanganan ditangani oleh KBRI di Dhaka, Bangladesh, melalui Konsul Kehormatan Indonesia di Kathmandu”, ujar Lalu Muhamad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri dalam penjelasan resminya.

Kemenlu juga menyebutkan bagi masyarakat yang mengetahui ada keluarga atau teman WNI yang juga berada Nepal namun tidak terdapat di dalam daftar ini, bisa dapat menyampaikan informasi kepada Sdr. Hernawan Bagaskoro Abid, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri, tlp. (021) 3813186 atau +6281284794696.

Sementara itu, Presiden Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah secepatnya akan mengirimkan

Gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4/2015) tengah hari. Korban tewas sejauh ini diperkirakan telah mencapai sekitar 2.000 orang. Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah setelah penyelamatan semalam terhambat oleh sejumlah gempa susulan yang kuat, jalan raya yang terputus dan kurangnya peralatan.

Gempa bumi itu, yang berpusat sekitar 80 kilometer di sebelah timur Kota Pokhara, kota kedua terbesar di negara itu, sangat merusak karena tergolong dangkal. (ts/kcm)