Dua Polisi Sergai Tewas Dengan Empat Peluru

623

tobasatu,Sergai| Dua polisi yang bertugas di Sat Pol Air Polres Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Briptu M.Dedi Sopian alias Dedi (37) dan rekannya, Brigadir Suprianto Sigiro alias Giro (28) ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala, Rabu (29/4) siang.

Tewasnya kedua polisi yang sama-sama bertugas di Pos 88 Pantai Cermin langsung jadi pusat perhatian masyarakat sekitar dan pihak kepolisian Sumatera Utara. Kapolres Serdang Bedagai AKBP Guntur Agung Supono menyatakan, pihaknya masih memeriksa keterangan sejumlah saksi. Sementara penyelidikan di lokasi juga dilakukan.

“Ada empat selongsong peluru yang ditemukan, kita menduga itu dari senjata laras panjang tersangka. Untuk motifnya masih dalam penyelidikan kita, untuk saat ini kedua jenazah di bawa ke RS, Bhayangkara Medan guna proses lebih lanjut,” kata Guntur di lokasi kejadian, di Desa Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai usai kejadian.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan dua senjata api. Yakni senjata laras panjang jenis V2 yang dibawa tersangka Brigadir Giro, serta senjata api jenis Revolver milik Briptu Dedi. Tetapi senjata Revolver itu ditemukan di dalam lemari, tidak sempat dipergunakan pelaku.

Menurut keterangan di lapangan, sebelum kedua polisi tersebut tewas. Giro yang tinggl di Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Sergai dengan mengendari sepeda motor vixion mendatangi rumah Dedi di Jl Karya Gg Jambu, Dusun IV, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan.

Begitu tiba di rumah Dedi. Giro yang menyandang senjata laras panjang langsung masuk ke rumah Dedi. Tak diketaui dengan jelas, kedua polisi ini langsung cekcok mulut. Eka istri Dedi yang melihat pertengkaran itu dengan dibantu Suri tetangganya coba melerai keributan tersebut. Usaha kedua wanita tersebut gagal.

BACA JUGA  Pemkab Sergai Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan¬†

Giro dan Dedi terus bertengkar sampai dapur rumah. Di tempat itulah, Giro menarik pelatuk sejatanya. Dor…paha Dedi ditembak. Tak lama letusan kedua dari senjata Giro meledak lagi, kali ini mengenai pundak kiri Dedi. Selang beberapa detik kemudian, Giro kembali menembak. Dor…Dedi pun tersungkur tewas dengan luka tembak dibagian kepala tembus ke kening.

Melihat Dedi tewas, Eka langsung histeris dan minta Giro menembaknya juga. Permintaan itu tak dihiraukan pelaku. Giro lebih memilih bunuh diri dengagn menembak kepalanya sendiri. Dor…Giro pun tewas di samping Dedi.(ts 01)