Pasutri Dibacok Sepuluh Pria Berkelewang

430

tobasatu, Medan | Pasangan suami istri, Bobi Nababan (30), dan Ira Amelya Dalimunte (25), warga Jalan Selambo Raya, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei tuan, korban pembacokan dan pengancaman oleh 10 orang pria di Jalan Keramat Kuda, Desa Amplas pada Kamis (12/3) lalu meminta petugas Reskrim Polresta Medan menangkap pelaku yang masih berkeliaran.
Pasalnya, sejak kasus penganiayaan sadis hingga
korbannya Bobi Nababan menderita luka bacok di kepala
dan badannya itu, hingga kini, Senin (4/5), para pelaku
belum ditangkap.

“Kami mengharapkan agar pihak kepolisian mengusut
tuntas sekaligus menangkap para pelakunya,” tegas T
Nababan (60), orangtua dari Bobi Nababan.

Dijelaskan T Nababan, motif penganiayaan yang dibarengi
dengan ancaman pembunuhan terhadap anak kandungnya itu
hingga kini belum diketahui, apalagi selama ini Bobi
Nababan hanya sebagai pekerja di lokasi tanah garapan
di kawasan Selambo dan tidak memiliki masalah dengan
warga setempat.

Penganiayaan tersebut, tambah T Nababan, terjadi pada
Kamis (12/3) sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu, pasangan
suami istri tersebut datang ke kantor desa untuk
mengurus akte kelahiran anak mereka. Sesampainya di
depan kantor kepala desa Amplas, tiba-tiba Bobi
didatangi oleh 10 pria yang menenteng kelewang dan
parang.

Tanpa banyak bicara, para pelaku berusaha menculik Bobi
namun digagalkan oleh istri korban. “Para pelaku terus
berupaya membawa paksa korban namun gagal karena korban
terus dipeluk oleh istrinya. Akibatnya, para pelaku
membacok kepala dan badan korban. Bahkan, istri korban
juga terkena bacokan karena berusaha melindungi
suaminya. Si Bobi mendapat 20 jahitan di kepalanya,”
ujar T Nababan.

Menurut Nababan, usai membacok anak dan menantunya itu,
para pelaku membawa kabur sepedamotor milik korban.
Belakangan, sepedamotor korban dikembalikan setelah
istri korban bernama Ira Amelya Dalimunte membuat
laporan pengaduan ke Polresta Medan dengan No
STTLP/577/K/III/2015 SPKT Polresta Medan.

Terpisah, Kepala Satuan (kasat) Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram ketika menyebutkan, pihaknya
sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap
para tersangka namun para pelaku tidak kelihatan lagi
di lokasi kejadian.

“Surat perintah penangkapan sudah dikeluarkan namun
para pelaku penganiayaan tersebut belum Nampak lagi di
lokasi kejadian,” ujar Wahyu Bram kepada wartawan.
(ts-05)