Komunitas Peduli Sinabung Adakan Rumah Belajar

703
Sata pembukaan Rumah Belajar (Foto: Tobasatu.com/Bang/Dedek)

tobasatu, Tanah Karo | Bersama sejumlah Perwira Menengah (Pamen), TNI, elemen masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sinabung mengadakan “Rumah Belajar” bagi warga korban erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (15/5/2015) di gedung peralatan Gereja GBKP Simpang Enam, Jalan Meriam Ginting, Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Hadir dalam acara kemarin, Kombes Pol Ricky F Wakano, Kombes Pol Elia, AKBP Kartini dan kalangan TNI Kol Inf Josua Ginting yang bertugas sebagai staf ahli panglima Kodam I /BB. Sementara elemen masyarakat didominasi Perkumpulan Persaudaraan Berastagi Sejahtera diasuh oleh Hansen.

Selanjutnya, Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) diwakili Hery Ketaren. Pelaksanaan program penanganan sederhana tersebut didukung penuh Yamaha Motor, SMKN 1 Merdeka (Ex STM Negeri Berastagi), PC LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Karo, sejumlah wartawan dan Polres Tanah Karo.

Acara dimulai sekira jam 12.15 WIB, dihadiri ratusan peserta didominasi anak-anak pengungsi yang telah putus sekolah serta sejumlah orang tua warga bermukim di areal kaki Gunung Sinabung dari Kecamatan Simpang Empat, Naman Teran dan Kuta Buluh, Kabupaten Karo.

Kol Inf Josua Ginting selaku penggagas program, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan aksi pendidikan non formal tersebut didasari fakta lapangan berkesan miris. Banyaknya anak-anak pengunsi yang berhenti sekolah akibat cengkraman aktivitas sinabung yang berdampak terhadap ekonomi dan sosial warga sekitar.

Putera Karo asal Desa Nang Belawan, Kecamatan Simpang Empat tersebut menjelaskan, bahwa program “Rumah Belajar” berbentuk kursus tehnik montir khusus sepeda motor bekerja sama dengan pihak Yamaha dan STM Negeri Berastagi. “Hari ini sebagai symbol pembukaan, namun awal proses belajar dimulai 1 Juni nanti,” ujarnya.

DIlanjutkanya, bahwa tujuan dari kegiatan itu untuk menggali potensi tekhnik montir dalam setiap invidu anak pengungsi yang kelak dapat dijadikan bekal usaha mandiri. Beliau juga berharap agar para peserta menekuni proses belajar nantinya.

Sementara pihak Yamaha Motor diwakili Ikbal mengungkapkan, pihaknya akan bersinergi dengan STM N Berastagi guna mewujudkan harapan bersama. Beliau juga mengatakan bahwa kesediaan pihak Yamaha bukan sekedar promosi produk, namun merupakan wujud nyata kepedulian akan dampak erupsi.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Ricky F Wakano, Kombes Pol Elia, AKBP Kartini, mengakui bahwa aksi sosial itu dilakukan berdasarkan masukan-masukan berupa data otentik dari Josua. “Walaupun nantinya balik ke Jakarta, kami akan senantiasa menjalin komunikasi selama proses belajar diadakan,” tukas mereka secara bergantian.

Pada acara kemarin, turut hadir Wakapolres Karo Kompol A Sinurat, Kasat Binmas Polres Karo AKP S Sembiring, Sekretaris PC LSM KCBI Kabupaten Karo Lamhot Situmorang, Aktivis mahasiswa/i dari Jerman, Ketua Moderamen GBKP, tokoh masyarakat dan tokoh adat. (ts-10)