Jadi Budak Seks Anak Majikan, PRT Kabur Saat Hamil

989
foto ilustrasi/net

tobasatu, Medan | Tak tahan terus dijadikan budak seks anak majikannya, DSN (19) nekat kabur. Mirisnya, ia melarikan diri dari kediaman majikannya di Jalan Pahlawan, Kecamatan Medan Timur, setelah berbadan dua (hamil).

Rabu (20/5/2015) siang, ditemani orangtua dan kerabatnya, DSN mendatangai Sat Reskrim Polresta Medan. DSN mempertanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya pada April 2015 kemarin.

Disebutkan DSN, petaka yang menimpanya itu bermula dari keterbatasan ekonomi keluarganya. Menjadi anak pertama dari enam bersaudara, membuat DSN harus ikut membantu orangtuanya mencari nafkah. Berbekal pengalaman membantu orangtua, wanita yang tidak sempat menamatkan sekolahnya, meninggalkan kampung halamannya, Besitang, Kabupaten Langkat dan mencari pekerjaan di Medan.

Sebelum mendapat pekerjaan tetap, DSN sempat tinggal di rumah bibinya, di Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Tiga bulan berselang, DSN berhasil mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di kediaman orangtua RP (pelaku) pada Juli 2014.

Di sini petaka itu terjadi, DSN kerap dipaksa RP melayani nafsunya. Bahkan pria yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA itu mengancam akan membunuh korban jika tidak melayaninya. Itu terjadi berulang-ulang, ketika kondisi rumah tengah sepi.

Selama setengah tahun, DSN menjadi budak seks oleh anak majikannya itu. Desember 2014, DSN memilih berhenti dari pkerjaanya dan kembali ke rumah bibinya serta menceritakan semuanya. Meski telah disarankan untuk membuat laporan, DSN masih saja tidak berani. Ahirnya orang tua korban melaorkan kejadian itu ke Polresta Medan pada pertengahan April 2015.

“Sudah sering digituinya bang, saya juga sudah tidak ingat berapa kali. Setiam mau melakukannya, dia selalu mengancam akan membunuh saya kalau tidak mau,” terang DSN di Polresta Medan.

BACA JUGA  Kasus Pembunuh PRT Terungkap, Apresiasi Buat Polisi

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono, mengatakan akan memeriksa kasus tersebut. “Masih dalam proses pemeriksaan. Secepatnya akan kita tuntaskan,” ungkap Aldi. (ts-05)