Anggota TNI Ditemukan Tewas Gantung Diri

722
foto ilustrasi

tobasatu, Medan | Seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Yon Zipur I/DD, Kopka Tri Haryanto (46), Sabtu (23/5/2015) sekira pukul 07.00 WIB ditemukan tewas gantung diri. Pristiwa itu terjadi di rumah dinas korban, markas Yon Zipur, Jalan Persatuan, Lingkungan VIII, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.

Belum diketahui apa motif pasti hingga korban nekat mengahiri hidupnya dengan cara itu. Namun beredar kabar, aksi itu dilakukan korban lantaran stres ditugaskan di pengungsian gunung sinabung, Kabpaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Informasi diterima, pristiwa gantung diri itu pertama sekali diketahui oleh istri korban, Fitri (36). Saat itu Fitri baru saja mengantarkan anaknya sekolah. Sesampainya di rumah, Fitri curiga lantaran pintu rumah tertutup rapat.

Bahkan ketika ia memanggil berulang kali, suaminya tidak juga keluar. Pintu pun ahirnya didobrak setelah Fitri memanggil tetangga sekitar dan menemukan korban tergantung di plafon kamar. Setelah dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RS Putri Hijau.

“Tadi kamai lagi sibuk belanja di warung, tiba-tiba istri korab teriak minta tolong. Barulah kami ketahui kalau korban sudah tewas tergantung,” ungkap warga sekitar.

Sementara itu, kepala lingkungan setempat Mispariadi mengatakan, motif gantung diri korban lantaran depresi dengan tugasnya. “Informasi yang kita terima begitu,” ungkapnya. Mispariadi pun mengatakan kalau korban sempat curhat kepadanya.

“Sekitar sepekan lalu korban curhat, katanya dia tidak tahan dengan tugasnya di pengungsian. Katanya banyak godaan, mulai dari tempat tidur, sholat, mandi, bahkan untuk mengambil air wudhu pun susah. Saya juga sudah memberikan semangat agar tugas itu dijalani dengan senang,” katanya lagi.

Korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Patumbak. Keluarga korban sendiri belum memberi keterangan resmi terkait pristiwa ini.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB, Kolonel Enoh Solehudin mengatakan, korban tewas bukan lantaran gantung diri. “Tidak benar itu, motifnya bukan gantung diri, korban sakit sesak nafas. Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong,” pungkas Enoh kepada wartawan. (ts-05)