Sat Narkoba Polresta Medan Grebek Home Industri Pembuatan Sabu

1812
Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Wahyudi didampingi Wakasat Narkoba, AKP Roasyid dan Kanit Idik I, AKP Eliakim, Kanit Idik II, Iptu Ricardo saat memaparkan penangkapan 2 kg sabu (Foto: Tobasatu.com)

tobasatu, Medan | Sat Res Narkoba Polresta Medan menggrebek pabrik pembuatan sabu-sabu di kawasan Jalan Binjai Km 16,6 Desa Sei Semayang, Kecamatan Medan Sunggal pada, 22 Mei 2015 kemarin.

Dari lokasi, petugas menyita barangbukti 2,050 kg sabu-sabu,  1 unit timbangan elektrik, 650 gram serbuk pembuatan sabu. Selain itu, polisi juga mengamankan tiga orang pelaku, FS  (38) warga Aceh, NG (37), dan SU alias AN (37) keduanya berdomisili di Jalan Medan-Binjai Km 13,8 Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.

Kepala Satuan (Kasat) Res Narkoba Polresta Medan Kompol Wahyudi, dibongkarnya pabrik pembuatan sabu (home industri) bermula dari diamankannya FS di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Sunggal. Saat itu FS menjual sabu-sabu seberat 1,2 kg kepada polisi yang menyaru sebagai pembeli.

Dari sana, polisi lantas melakukan pengembangan. “Setelah mendapat infromasi, kita melakukan undercover buy (penyamaran). Dari FS kita sita barang bukti 1,2 kg sabu. Dari keterangan FS, sabu-sabu tersebut ia peroleh dari seorang berinisial RY yang statusnya masih DPO, kemudian petugas mendapat jaringan berinisial RY di Desa Sei Semayang  Sunggal,” ungkap Wahyudi, Selasa (26/5/2015) siang.

Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, petugas langsung melakukan penggrebekan di salah satu rumah di Desa Sei Semayang yang dijadikan lokasi pembuatan sabu. Pemilik rumah NG diringkus petugas, dengan barang bukti 850 gram sabu, 54  paket kecil sabu, 1 timbangan digital, dan 1 plastik prekosor  pembuat sabu. Selin NG, polisi turut meringkus SU alias AN.

“Mereka sudah beberapa bulan beroperasi. Dan sebagian sudah di pasarkan di kawsan Medan. Bahan pembuatan sabu mereka peroleh dari Malaysia via Aceh. Di lokasi, tersangka meraciknya, sabu setengah jadi dicampur bahan (perkusor) dan diolah sehingga menjadi sabu yang siap dipasarkan,” papar
Wahyudi.

Dijelaskan Wahyudi kembali, pelaku juga sudah memasrkan produknya ke beberapa provinsi. “Sudah ke beberapa provinsi seperti Padang, Palembang dan Pekanbaru,” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan mantan Kapolsek Medan Kota (Wahyudi) ini, dalam sebulan pelaku mampu memproduksi sedikitnya 5 kg sabu bahkan 10 kg jika ada yang memeasannya. (ts-05)