Bocah Jenius, Usia 11 Tahun Lulus dari Universitas dengan 3 Gelar Sarjana

767
Tanishq Abraham (foto : ist)

tobasatu | Seorang bocah jenius usia 11 tahun di California, lulus dari perguruan tinggi dengan 3 gelar sarjana. Tanishq Abraham—bocah jenius itu, mengatakan impiannya adalah menjadi seorang doctor, memenangkan hadiah nobel di bidang kedokteran, serta menjadi Presiden Amerika Serikat.

Informasi dikutip tobasatu.com dari rt.com, Minggu (2/6/2015), Abraham yang lulus dari American River College di Sacramento, merupakan lulusan termuda  dalam  sejarah perguruan tinggi tersebut selama 60 tahun terakhir.

Dia lulus setelah menempuh studi di bidang matematika , ilmu pengetahuan , dan studi bahasa asing.

“Asumsinya dia adalah yang termuda sepanjang masa,” tutur juru bicara American River College Scott Crow kepada NBC Bay Area. Namun pihaknya tidak memiliki kelengkapan arsip untuk mengonfirmasi hal tersebut. Namun Scott meyakini Abraham adalah mahasiswa termuda tahun ini.

“Saya ingin belajar,” ujar Abraham saat acara wisuda. “Jadi saya mengikuti minat saya untuk belajar dan demikianlah saya berakhir di sini,” ujar bocah jenius tersebut.

Tanishq memperoleh pendidikan home schooling langsung oleh ibunya Taji, dokter hewan yang mengambil cuti dari studi PhD nya karena ingin serius mengajari anaknya. Tahun lalu, pada usia 10 tahun, Tanishq memenuhi semua persyaratan negara dan lulus SMA.

“Kami melakukannya sebagai sebuah keluarga, kerjasa tim,” kata Taji Abraham. Dia mengaku menangis ketika melihat Tanizhq berjalan di panggung.

Tanishq memang terlahir dari keluarga jenius. Ayahnya, Bijou Abraham, memiliki nilai matematika sempurna pada SAT-nya, dan merupakan lulusan Univesitas Cornell dan seorang insinyur di bidang software. Adik bungsu Tanshq, Tiara yang berusia 9 tahun, juga jenius. Dia bergabung di Mensa pada usia 4 tahun.

Tanishq mulai mengambil kelas di American River College ketika dia berusia 7 tahun. Ke depan, tujuan jangka panjang Tanishq dalah mempersiapkan diri untuk masuk ke Universitas Stanford, menjadi dokter dan memenangkan hadiah Nobel dalam bidang kedokteran, serta menjadi Presiden Amerika Serikat. (ts-02)