Buruh Tolak Kenaikan UMP Dilakukan 2-5 Tahun Sekali

369
Massa buruh tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut saat melakukan aksi unjukrasa di Gedung DPRD Sumut, Jumat (5/6/2015). (foto: tobasatu.com)

tobasatu,  Medan | Puluhan massa buruh tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (5/6/2015). Massa menolak rencana pemerintah yang akan memberlakukan kebijakan kenaikan Upah Minimum Provisi (UMP) 2-5 tahun sekali.

Ketua FSPMI Sumut Minggu Saragih didampingi Sekretaris Willy Agus Utomo, saat menyampaikan orasinya menyatakan usulan pemerintah agar kenaikan upah di tahun berikutnya adalah 2 sampai 5 tahun sekali sangat mengecewakan.

Sebab kebijakan ini akan mempengaruhi keadaan ekonomi kaum buruh, dimana enaikan upah yang satu tahun sekali saja masih belum mencukupi kehidupan layak kaum buruh beserta keluarganya.

“Konon lagi  akan dibuat kebijakan kenaikan upah 2 sampai 5 tahun sekali. Jelas dengan tegas kami menolak,” tutur Minggu Saragih.

Dalam aksi tersebut, massa juga mengingatkan kepada pemerintah untuk menjalankan Jaminan Pensiun bagi buruh per 1 Juli 2015, dengan manfaat bulanan 60 persen dari upah sebula dengan iuran 12 persen dimana 9 persen ditanggung oleh pengusaha dan 3 persen ditanggung oleh pekerja.

Massa juga menyatakan menolak liberaliasi harga BBM dan gas, turunkan harga sembako, dan meyampaikan sejumlah tuntutan lainnya.

Aksi yang dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB tersebut membuat Jalan Imam Bonjol Medan menjadi macet.  Namun tak satupun wakil rakyat yang menerima aksi tersebut. (ts-02)

 

BACA JUGA  Pembangunan Pembangkit Listrik di Labuhanbatu Terganjal Pembebasan Lahan
Loading...
loading...