DPRD Medan Nilai Subsidi Tidak Tepat Sasaran

242

tobasatu, Medan | Menyambut datangnya bulan suci Ramdahan, Pemko Medan akan menggelar pasar murah. Namun program ini mendapat sorotan dari DPRD Medan. Sebab, dari jumlah anggaran yang dialokasikan di APBD Pemko Medan Tahun 2015 sebesar Rp 7,2 miliar, biaya peruntukan operasional ditetapkan sebesar Rp 2,7 miliar, sedangkan anggaran untuk subsidi barang hanya Rp 4,5 miliar.

Dua anggota Komisi C DPRD Medan, Kuat Surbakti Dan Godfried Lubis protes pada rapat dengar pendapat (RDP), Jumat (13/6/2015) dan mengatakan agar pelaksanaan pasar murah perlu dievaluasi kembali. Apalagi setelah mendengar penjelasan Kadis Perindustrian dan Perdagang (Disperindag) Kota Medan Syahrizal Arif, untuk sewa tenda aja sebesar Rp 700 juta.

“Jelas sekali ini tidak masuk akal. Sasa untuk sewa tenda saja mencapai Rp700 juta. Jangan dibodohi masyarakat. Jangan nanti ini menjadi temuan. Sangat tidak masuk akal, untuk sewa tenda dan honor petugas mencapai Rp 2,7 miliar, sementara subsidi produk hanya Rp 4,5 miliar, ada apa ini ,” ujar keduanya.

Menurut Kuat Surbakti, kalau sistem pelaksanaan pasar murah seperti itu, merupakan salah besar dan tidak tepat sasaran. Hendaknya, Pemko Medan mengalokasikan biaya pasar murah di APBD harus benar benar menyentuh kepada masyarakat miskin. Sedangkan biaya sewa tenda harus dihapuskan untuk menambah subsidi. Begitu juga untuk honor petugas supaya dikurangi, karena melayani disaat jam kerja.

Sedangkan Godfried Effendy Lubis bersikeras agar pelaksanaan operasi pasar murah ditinjau ulang. Sedangkan untuk penetapan biaya operasional sebesar Rp 2,7 miliar dinilai tidak wajar. “Kita tidak setuju biaya operasinal hingga Rp 2,7 miliar. Untuk sewa tenda dihapus saja, lebih bagus dialihkan memperbanyak barang. Kita harapkan aula kantor lurah dan kantor camat difungsikan lokasi pasar murah dan system pembelian barang dapat diatur menghindari antrian banyak,” terangnya.

BACA JUGA  Jadikan Jalan Sehat Sebagai Gaya Hidup

Pada kesempatan itu, Godfried juga mengingatkan Disperindag agar tetap memprioritaskan kualitas barang yang dijual di pasar murah. “Kita ingatkan Disperindag harus mengawasi produk jangan sampai ada yang kadaluarsa maupun rusak. Sama halnya dengan produk yang dijual dipasar agar Disperindag tetap mengawasi, apalagi permintaan barang saat ini meningkat,” tambah Godfried,

Sebelumnya Kadisperindag Kota Medan Syahrizal Arief memaparkan, pelaksanaan pasar murah menyambut Ramadhan di kota Medan berlangsung 15 Juni s/d 14 Juli 2015. Pelaksanaan pasar murah berlangsung di 151 titik yang tersebar di kota Medan. Sedangkan anggaran biaya pasar murah sebanyak Rp 7,2 M, yakni Rp 4,5 M untuk subsidi produk/barang dan Rp 2,7 M biaya operasional. (ts-04)

Loading...
loading...