Dibawa ke Sungai Hamparan Perak ABG Nyaris Diperkosa 10 Pria

388
Ilustrasi pemekosaan.

tobasatu, Medan | Bunga (13) tak pernah berpikir kalau dia menjadi korban pemerkosaan F (18), di bantaran sungai Hamparan Perak. Bahkan aksi itu ditonton 9 orang teman F.

Pristiwa naas yang dialami warga Jalan Klambir V, Kecamatan Hamparan Perak, terjadi pada Selasa (16/6/2015) malam kemarin. Lokasinya pun hanya berjarak sekira 300 meter dari kediaman korban. Berdasarkan pengakuan Bunga, malam itu F menyambangi kediamannya.

Lalu Bunga diajak oleh F mencari angin ke pinggir sungai. Karena merasa bosan di rumah, Bunga tidak menolak ajakan F. Keduanya pun pergi dengan berjalan kaki. Setibanya di lokasi gelap dan sepi, satu persatu teman pelaku datang. Terhitung dengan F, Bunga saat itu dikelilingi oleh 10 orang pemuda.

Sadar kalau keadaan mulai tidak baik, Bunga mengajak F untuk mengantarkannya pulang. Namun F malah menahannya. Tubuh Bunga disergapnya. Korban saat itu coba berontak. Tetapi dua dari sembilan orang teman pelaku yang datang, membantu F memegangi Bunga. Mereka melucuti pakaian Bunga. Keduanya juga menggereyangi tubuh Bunga.

Dengan kondisi dipegangi oleh dua orang, Bunga teriak sambil menangis. Walau begitu, F tak memberi belas kasih. Ia justru memperkosa Bunga yang masih dipegangi dua temannya. Selepas F memuaskan hasratnya, dua teman F melepas Bunga. Sedangkan tujuh orang pemuda lainnya termasuk dua pemuda yang memegangi Bunga, cuma menonton aksi seks secara live itu.

“Kejadiannya malam Rabu kemarin. Dia diajak pelaku jalan-jalan ke pinggir sungai di belakang rumahnya. Karena dia bosan makanya dia mau,” sebut wanita paruh baya yang merupakan kerabat Bunga saat ditemui di Polresta Medan. Usai menuntaskan nafsunya, teman-teman F tak ada yang mau melanjutkan aksi seks itu. Sambil menangis dan merasa sakit, Bunga memakai pakaiannya.

“Kalau kata dia memang cuma satu orang yang memperkosa dia. Dua orang lagi membantu pelakunya membuka bajunya sama megang-megang anggota tubuhnya. Sedangkan yang lainnya cuma melihat saja,” tambah wanita berjaket cokelat ini lagi. Mendengar itu, orang tua Bunga berupaya menutupi kasus tersebut. Tujuannya agar F tidak kabur dari kampung mereka.

Lalu mereka mendatangi Polsek Hamparan Perak untuk membuat laporan, Rabu (17/6). Namun karena tidak ada Unit PPA di sana, mereka pergi ke Polsek Medan Helvetia. Lantaran lokasi pemerkosaan berada di wilayah hukum Polres Labuhan, Bunga dan keluarganya diminta membuat pengaduan ke Polres Labuhan.

Karena orang tua korban tidak memahami bagaimana letak wilayah hukum, mereka malah datang ke Polresta Medan, Kamis (18/6) siang. Lagi-lagi mereka diarahkan ke Polres Labuhan. Mereka akhirnya meninggalkan Polresta Medan dan pergi ke Polres Labuhan. (ts-05)

Loading...
loading...