Karo Jambi Serahkan Bantuan ke Pengungsi di Batu Karang

528
Karo Jambi saat berdialog dengan pengungsi asal Desa Guru Kinayan di Losd Lau Buah, Batu Karang. (Tobasatu.com/Bang/Dedek)

tobasatu, Tanah Karo | Mirisnya kondisi perekonomian yang menimpa Kabupaten Karo, pasca diterjang erupsi Sinabung sejak 2010 lalu, mengakibatkan kesengsaraan yang sangat berarti bagi masyarakat Bumi Turang.

Dampak terbesar ini menyusul hancurnya lahan-lahan pertanian milik warga terkhusus yang bermukim di kawasan lingkar Sinabung akibat semburan debu vulkanik. Pernyataan ini disampaikan oleh mantan bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, dalam sambutannya usai menyerahkan bantuan kepada pengungsi erupsi Sinabung warga Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung di Losd Lau Buah, Desa Batu Karang, Selasa (16/6/2015).

“Sebelumnya, kita telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Guru Kinayan Pelin Sembiring, dan koordinator posko Johari Bangun terkait kekurangan kebutuhan di posko pengungsian ini. Kita berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di pengungsian dan hal ini nantinya akan berkesinambungan,” ujar Karo Jambi.

Di posko pengungsi ini, Karo Jambi berdialog dengan sejumlah pengungsi. Para pengungsi berharap, Karo Jambi selaku putra asli Karo dapat lebih menaruh perhatian lebih kepada mereka yang saat ini sedang bertubi-tubi tertimpa masalah akibat keganasan gunung Sinabung statusnya terus meningkat.

“Lahan pertanian kami rusak dipenuhi debu vulkanik, sehingga tidak bisa lagi bercocok tanam, produktivitas turun, belum lagi biaya pendidikan untuk anak-anak kami,” ujar seorang ibu br Sembiring. Menanggapi itu, mantan bupati Karo tersebut berjanji akan tetap memonitor perkembangan pengungsi terlebih dalam hal kebutuhan sehari-hari.

Dalam kunjungannya, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo tersebut menyalurkan bantuan kepada pengungsi Sinabung dengan membawa misi kemanusian diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng dan kebutuhan lainnya.

Koordinator penyerahan bantuan, Jadi Ia Bastanta Brahmana dalam kesempatan ini mengatakan, kehadiran pihaknya ditengah-tengah pengungsi adalah untuk membantu meringankan beban para pengungsi yang telah jenuh menghadapi bencana yang panjang ini.

“Kita turut merasakan kesusahan saudara kita terkhusus bagi warga Desa Guru Kinayan. Selain lahan pertanian mereka yang telah hancur, belum lama ini, banyak juga rumah mereka habis terbakar usai diterjang awan panas. Kondisi ini sangat-sangat miris dan harus dibantu,” cetus Brahmana. (ts-10)

Loading...
loading...