Pengungsi Sinabung Dibebani Tarif Listrik

314
Karo Jambi saat berdialog dengan pengungsi asal Desa Guru Kinayan di Losd Lau Buah, Batu Karang. (Tobasatu.com/Bang/Dedek)

tobasatu, Tanah Karo | Miris, sepertinya derita pengungsi Gunung Sinabung tiada henti. Meski berada di pengungsian, para korban dampak erupsi Sinabung ini masih saja dibebani sejumlah biaya. Salah satunya biaya tarif listrik.

Hal itu terungkap saat mantan Bupati Karo, DR (HC) Karo Jambi menyambangi pengungsi di Desa Batu Karang. Kepala Desa Guru Kinayan, Pelin Sembiring didampingi koordinator posko Johari Bangun mengatakan, di camp pengungsian tersebut dihuni sebanyak 381 KK (1061 jiwa).

Posko tersebut dihuni hampir setengah warga desanya. Sedangkan warga desa yang tersisa masih bermukim di simpang Desa Guru Kinayan dan di kota Kabanjahe.

Di posko ini, pihaknya sangat mengeluhkan penggunaan listrik yang menggunakan system prabayar. Dimana per harinya, pihaknya harus merogoh kocek sebesar Rp20 ribu untuk biaya pemakaian listrik. “Selama dua minggu ini, kami sudah mengeluarkan uang Rp250 ribu untuk biaya listrik saja. Ini sangat berat bagi kami,” kata Pelin.

Untuk itu, ia berharap agar BPBD Kabupaten Karo dapat segera turun tangan untuk menangani permasalahan listrik di posko yang mereka huni. “Kondisi kami mengungsi, pengeluaran yang cukup besar seperti itu untuk biaya listrik sangat memberatkan kami. Tolonglah agar pihak BPBD segera membantu kami untuk menyelesaikan ini,” harap Pelin. (ts-10)

BACA JUGA  Pengungsi Sinabung Keluhkan Minimnya Jatah Hidup
Loading...
loading...