Gerindra Usung Calon Terbaik dalam Pilkada Kabupaten/Kota

237

tobasatu, Medan | Ketua DPP Partai Gerindra H.Raden Muhammad Syafii SH, M.Hum menyatakan Partai Gerindra akan mencalonkan kader-kader terbaiknya untuk maju sebagai bakal calon bupati/walikota dalam Pilkada kabupaten/kota di Sumut yang akan dilaksanakan serentak akhir Desember 2015 mendatang.

Kader yang dipilih, menurut Raden Syafii yang akrab disapa Romo ini tentu adalah kader yang mumpuni, yang bisa dijadikan teladan bagi masyarakat luas.

“Partai Gerindra tentu akan memilih calon terbaik. Kita akan tetap merekomendasikan calon yang bisa menjadi teladan,” tutur Raden Syafii menjawab tobasatu.com, Jumat (19/6/2015).

Kader yang memiliki persoalan hukum, menurut Romo yang juga anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1, tidak pantas untuk direkomendasikan apalagi sampai didukung pencalonannya. Terlebih-lebih lagi, bila persoalan hukum yang membelit kader tersebut, adalah masalah moralitas.

“Kalau ada persoalan hukumnya ya tidak pantas kita rekomendasikan sebagai bakal calon bupati atau walikota. Terlebih lagi bila persoalan hukumnya masalah moralitas,” tutur Romo.

Sebagaimana diketahui, salah satu kader Gerindra yang dikabarkan akan maju sebagai calon kepala daerah adalah H Ajie Kariem, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra, yang dikabarkan akan maju sebagai calon Walikota Binjai.

Namun pencalonan Ajie Karim saat ini tersandung kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), karena dia dilaporkan istri sahnya,  HS (35) karena telah melakukan kekerasan terhadapnya. Ajie Kariem dilaporkannya ke Polresta Medan pada  Selasa (2/6/2015), dengan nomor laporan STTLP/1412/VI/2015/SPKT RESTA MEDAN.

Dalam laporannya, HS menuding Ajie Karim telah menelantarkan dia sebagai istri sahnya dan anak-anaknya selama 4 bulan. Tak hanya itu, terlapor juga kerap melakukan tindak kekerasan terhadap dirinya di kediamannya Kompleks Bunga Asoka Residence, Jalan Bunga Asoka, Medan Selayang.

BACA JUGA  Sambut Natal dan Tahun Baru, DPRD Sumut Gelar Donor Darah

Terakhir , HS menyebutkan Ajie Karim pernah meludahinya saat tengah menjalankan ibadah sholat. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 4 Mei 2015 yang lalu. HS juga menyebutkan suaminya memiliki wanita lain berinisial W, yang sering dibawanya dalam rapat-rapat resmi di DPRD Sumut.

HS sendiri sebelumnya telah melaporkan suaminya  H Ajie Karim ke DPD Gerindra Sumut di Jalan DI Panjaitan Medan. Disana, dia pun membeberkan perlakuan kasar anggota DPRD Sumut itu.

Ditanya mengenai kasus yang membelit Ajie Karim, Romo menyatakan akan melakukan cek dan ricek terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

“Nanti kita cek dulu kebenarannya. Yang jelas kalau memang bermasalah ya akan kita tinjau ulang lah,” kata Romo. (ts-02)

Loading...
loading...