Waspadai Zat Berbahaya Pada Menu Takjil

666
Tobasatu.com/Ilustrasi

tobasatu, Medan | Selama Ramadhan, menu berbuka puasa atau takjil banyak dijual bebas, baik dipinggir jalan hingga tempat-tempat berbuka lainnya di Kota Medan. Untuk memikat pembeli, biasanya aneka makanan tersebut diberi warna yang mencolok.

Padahal dibalik menu menawan tersebut, tidak semua pembeli tahu kandungan zat di dalam menu takjil tersebut, apakah berbahaya atau tidak.

“Fenomena ini masih saja terus terjadi setiap Ramadhan tiba, banyak cara pedagang untuk mengelabui pembeli, inilah yang harus diwaspadai. Satu sisi, calon pembeli harus cerdas dalam memilih menu berbuka puasa yang akan dibeli, jika meragukan jangan segan-segan bertanya kepada pedagang terkait pengolahan dan sebagainya,” ujar direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut, Farid Wajdi, Jumat (26/6/2015).

Farid mengatakan, saat ini pengawasan dari instansi terkait seperti BBPOM maupun dinas kesehatan, hanya terfokus pada tempat jajanan bukaan yang saat ini populer di kota Medan seperti Ramadhan Fair. Harusnya menurut Farid, tempat-tempat lainnya seperti di pinggir-pinggir jalan dan juga tempat kecil lainnya yang banyak menjual aneka ragam menu takjil, juga harus ditinjau oleh mereka.

“Seharusnya instansi-instansi terkait tersebut juga menyeser hingga ke tempat-tempat pemukiman, banyak juga kita lihat di satu wilayah yang banyak warganya menjual takjil, ini juga harus diteliti dan diperiksa makanan mereka, koordinasi dengan camat, lurah, untuk melakukan test sampling terhadap makanan-makanan yang mereka jual, bisa jadi ada mengandung bahan pengawet berbahaya dan ini bisa merugikan konsumen yang beli,” tandas Farid.

Farid juga menghimbau kepada BPOM dan juga dinas kesehatan untuk tegas melakukan tindakan terhadap pedagang yang kedapatan menjual takjil dengan bahan pengawet berbahaya. “Selama ini pedagang yang kedapatan menjual takjil dengan bahan pengawet berbahaya hanya diberi teguran untuk tidak kembali menjual takjil tersebut. Seharusnya dicatat, didata dan diberi surat pernyataan apabila kedapatan lagi menjual takjil berbahan berbahaya,” pungkas Farid. (ts-11)

BACA JUGA  Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi Berbagi Takjil untuk Pengguna Jalan
Loading...
loading...