Titik Api Meningkat, 142 Ha Lahan Terbakar

271
Ilustrasi Kebakaran Hutan. (foto: tobasatu.com/ist)

tobasatu, Jakarta | Musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia menyebabkan titik api meningkat, yang memicu terjadinya kebakaran lahan hutan.

Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang diterima tobasatu,com, Minggu (28/6/2015), terbatasnya curah hujan di Riau, mengakibatkan titik api terus menigkat dalam beberapa hari terakhir.

Satelit Modis pada Minggu (28/6) memantau 207 titik api di Sumatera, dimana 71 titik api berada di Riau yaitu di Pelalawan 24, Rokan Hilir 18, Bengkalis 9, Inhil 6, Dumai 5, Siak 3, Inhu 3, di Kuansing, Meranti, dan Kampar masing-masing 1 titik api.

“Meningkatnya titik api menyebabkan  luas lahan terbakar  mencapai 142 hektar. Petugas gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan relawan telah berhasil memadamkan 69 hektar. Sedangkan 73 hektar belum dapat dipadamkan. Penyebab kebakaran adalah dibakar untuk pembersihan dan pembukaan lahan,” tutur Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Humas BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau akan mencapai puncaknya pada bulan September mendatang. Saat ini, wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Papua bagian selatan, Maluku bagian Selatan dan sebagian Sulawesi Selatan kondisinya kering. Rata-rata curah hujan kurang dari 100 mm per bulan.

Bahkan di Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB curah hujan kurang dari 50 mm. Beberapa daerah telah mengalami kekeringan seperti Purbalingga, Gunungkidul, Wonogiri, Tuban, Bojonegoro, Boyolali, Lombok Utara dan NTT.

“Sebagian besar wilayah di Sumatera juga kering hingga sedang. Menurut BMKG, musim kemarau akan mencapai puncak pada September mendatang,” sebut Sutopo.

Dijelaskannya, hujan buatan yang dilakukan BPPT bersama BNPB dan TNI AU sejak Senin (22/6) hingga sekarang mengalami kendala tidak tersedianya awan-awan potensial di atmosfer yang layak untuk disemai dengan bahan NaCl. Pada Jumat (26/6) dan Sabtu (27/6) tidak dilakukan penerbangan menyemai awan.

BACA JUGA  Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Masyarakat Mengungsi ke Luar Pulau Bali

Hingga hari keenam pelaksanaan hujan buatan baru dilakukan 4 kali penerbangan dengan menebarkan 9,2 ton bahan NaCl dengan pesawat terbang CN 295 TNI AU di ketinggian 11.000 – 13.000 kaki di wilayah Riau.

Berdasarkan pola titik api tahun 2006-2014 di Sumatera-Kalimantan, jumlah titik api akan terus meningkat hingga Oktober mendatang. Puncak titik api pada September. Semua unsur baik pemerintah, pemda, dunia usaha dan masyarakat untuk selalu mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. (ts-02)

Loading...
loading...