Pemkab dan BPBD Karo Tak Bayar Sound System Pengungsi Sinabung

437

tobasatu, Tanah Karo | Pemkab dan BPBD Karo dinilai tidak bertanggung jawab. Hal itu menyusul tidak dibayarnya biaya sewa alat pengeras suara (sound system) oleh pihak panitia yang digunakan untuk penyuluhan sosialisasi pengungsi Sinabung di Jambur Dalihan Natolu dan di posko UKA 2 pada tahun 2013 lalu.

Pengakuan itu dilontarkan langsung oleh pihak pengusaha sound system ‘Tria Entertainment’ kepada sejumlah wartawan, Senin (29/6/2015) di Jalan Rakoetta S Brahmana, Simpang Empat, Kabanjahe, Kabupate Karo. “Selama 50 hari digunakan, tapi sampai sekarang belum dibayar,” ujar Tria.

Dikatakannya kembali, Frans Leonardo Surbakti yang saat itu menjabat sebagai koordinator posko, Senjata Tambun sebagai koordinator lapangan dan Rinaldi Brahmana sebagai koordinator dapur, ditugaskan untuk mengurus para pengungsi erupsi Sinabung di Jambur Dalihan Natolu Kabanjahe.

Sesuai keterangan Tria, koordinator posko Frans Leonardo Surbakti saat itu memesan seperangkat alat sound system kepada pihaknya, tepatnya pada tanggal 23 September 2013 lalu.

“Karena kebetulan kami kenal sama Leo, maka jadilah perjanjian sewa sound system itu sebesar Rp650 ribu per hari yang digunakan siang dan malam. Jadi perinciannya, 6 hari digunakan di Jambur Dalihan Natolu dan 44 hari di posko UKA 2. Kalau dihitung jumlah keseluruhan yakni Rp32.500.000,” jelas Tria.

Ditambahkan, pasca menjabatnya Frans Leonardo Surbakti menjadi Camat Juhar saat ini (sebelumnya Sekcam Kabanjahe), pihaknya lantas mempertanyakan hal itu kepada Asisten I, Suang Karo-Karo di kantor Bupati Karo. Dikatakan, Asisten I saat itu meminta agar pihak Tria bersabar dulu, setelah nantinya dilakukan rapat.

“Sabar, nanti akan kita rapatkan. Buatkan saja dulu perinciannya,” ujar Tria menirukan ucapan Suang Karo-Karo saat itu. Sementara, saat sejumlah wartawan mempertanyakan hal itu ke Kepala BPBD Karo, Ir Subur Tambun di ruang kerjanya, pihaknya mengaku tidak mengetahui hal tersebut. “Kami (BPBD Karo) tidak tahu menahu soal itu. Soalnya, saat itu BPBD Karo kan belum terbentuk,” ujar Subur Tambun enteng.

BACA JUGA  Pemprov Diminta Alokasikan Anggaran untuk Pengungsi Sinabung

Terpisah, Camat Juhar, Frans Leonardo Surbakti saat dikonfirmasi mengakui telah menyewa sound system tersebut kepada pihak Tria Entertainment. “Kami menyewa itu atas inisiatif kami. Karena, itu sangat penting bagi kami untuk memberi himbauan/informasi kepada ribuan pengungsi. Kalau pakai toa mereka nggak dengar. Mengenai sewa sound system tahap pertama dan kedua sudah kita sampaikan kepada Komandan Tanggap Darurat saat itu, Pak Meyer Putong. Beliaupun setuju atas pengadaan itu dan sudah dibayar lunas,” ujar Leo.

Seiring pergantian Komandan Tanggap Darurat saat itu dari Meyer Putong ke Lesta Karo-Karo (Kadishub Karo) selanjutnya ke Dr. Saberina br Tarigan (Sekdakab Karo) dan ke Asep Sukarna (Dandim 0205/TK), biaya sewa sound system tahap ketiga belum dibayar hingga saat ini.

Hal itu diakui oleh Frans Leonardo Surbakti. “Sisa pembayaran sewa sound system tahap ketiga itu memang belum dibayar. Hal itu sudah kita ajukan ke BPBD Karo. Tapi sampai sekarang belum cair. Sabarlah, akan kita upayakan,” pungkas Leo. (ts-10)

Loading...
loading...