Nek Iting Bersama Cucu Kembarnya Lolos dari Maut

393
Seorang nenek dan cucu kembarnya selamat dari maut, setelah api menghanguskan rumah yang mereka tempati. (foto: tobasatu.com)

tobasatu, Karo | Nenek dan dua balita cucu kembarnya berhasil terhindar dari maut, walau rumah yang mereka tempati habis menjadi abu setelah dilalap Si Jago Merah, Rabu (5/8) sekira jam 00.45 wib.

Peristiwa  kebakaran ini menimpa satu unit rumah berlokasi di Jalan Jamin Ginting Desa Rumah Berastagi Kecamatan Berastagi, tepatnya di Komplek Pajak Roga milik Alm Risman Purba yang kini dihuni oleh isteri almarhum Maharani br Ginting (60). Walau tak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, akan tetapi kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Amukan si jago merah yang terjadi pada dini hari tersebut terjadi saat sebahagian besar warga sekitar telah terlelap tidur. Demikian juga halnya dengan korban Maharani br Ginting alias Nande Heppy, saat kejadian ia telah setengah terlelap bersama dua orang cucu kembarnya Semi Purba (2,5) dan Steven Purba (2,5) yang kebetulan pada malam itu bermalam di rumah neneknya.

Informasi yang dihimpun tobasatu.com dari beberapa warga sekitar menyebutkan,  bahwa kobaran api pertama kali dilihat oleh salah seorang warga yang kebetulan sedang melintas. Melihat hal tersebut, ia pun sontak berteriak kebakaran kebakaran. Teriakannya pun membuat para tetangga korban bangun dari tidurnya, mendatangi TKP lalu membangunkan penghuni rumah dan mengevakuasi korban.

Akibat minimnya ketersediaan air di lokasi membuat warga tak dapat berbuat banyak guna menjinakkan kobaran api yang dengan cepat membesar serta melahap bangunan rumah tersebut hingga hanya menyisakan puing-puing. Hembusan angin yang lumayan kencang malam itu, membuat api cepat membesar. Kobaran api baru dapat dikuasai setelah tiga unit mobil Damkar tiba di lokasi.

Kanit Reskrim Polsekta Berastagi Ipda J.Munthe ketika dikofirmasi mengatakan bahwa, menurut keterangan saksi mata atas nama Nail Sembiring ketika memberikan keterangannya menyebut kalau sumber api berasal dari bagian belakang atau dapur rumah korban.

BACA JUGA  Omset Pedagang di Pasar Buah Berastagi Menurun

“Dari keterangan saksi yang kami ambil, mengatakan kalau asal api dari bagian belakang rumah atau dapur. Namun demikian kami masih melakukan upaya lidik guna mengetahui secara pasti asal sumber api sesungguhnya. Korban jiwa tidak ada, penghuni rumah kondisinya mengalami trauma berat dan  belum dapat kami ambil keterangannya, jadi kita belum mengetahui berapa kerugian yang dialami korban” ujar Munthe menjelaskan. (ts-10)

Loading...
loading...