Hanya 7 Dokter Spesialis Bedah Plastik Berpraktik di Kota Medan

11163
Ilustrasi Dokter Bedah Plastik (ist)

tobasatu, Medan |Dari 77 rumah sakit yang ada di Kota Medan, hanya ada 7 dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, dengan 12 rumah sakit tempat mereka membuka praktik.

Ke 12 rumah sakit tersebut adalah, Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, RS Setiabudi, RS Accuplas, RS Herna, RS Vina Estetika, RS Siloam Dhirga Surya, RS Bunda Thamrin, RS Imelda Pekerja Indonesia, RS Murni Teguh, The Clinic Medan, RS Putri Hijau dan RS Sari Mutiara.

Dikatakan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Estetik Indonesia (PERAPI) cabang Sumatera Utara (Sumut), Frank Bietra Buchari, dibandingkan dengan dokter spesialis lainnya, jumlah dokter spesialis bedah plastik di Medan cukup minim.

“Jumlah dokter bedah plastik yang ada di Kota Medan ini terbilang sangat sedikit. Hal itu dilihat dari perkembangan dan gaya hidup masyarakat saat ini. Terlebih keinginan masyarakat untuk memperbaiki bentuk tubuh semakin meningkat,” ungkapnya, Jumat (14/8/2015)

Ucapnya lagi, kehadiran dokter bedah plastik ini harusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebab kemampuan dokter dalam menangani pasien pasti lebih baik dengan banyaknya pengalaman. Memang diakui Frank, selama ini pasien yang datang ke praktik dokter spesialis bedah plastik lebih banyak akibat luka, bibir sumbing, juga implant payudara.

“Belakangan permintaan untuk implant payudara masih banyak, sebab kasus kanker, namun untuk estetik seperti memperbesar payudara masih minim,” tutur dia. Namun Frank yakin jika warga membutuhkan jasa dokter spesialis bedah plastik dan estetika ini di Medan.

Jelasnya pula,  bedah estetika seperti pemakaian silikon untuk memperindah bentuk tubuh sudah diminati banyak orang, terutama perempuan. Sayangnya, karena takut mengeluarkan dana yang besar, mereka malah memilih jasa lebih murah yang dilakukan salon kecantikan. Padahal, banyak yang menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti silikon cair, yang kini sudah tidak digunakan lagi oleh dokter spesialis bedah plastik.

BACA JUGA  Dua Paslon Bupati Asahan Medical Check-up di RSUP Adam Malik

“Akibatnya, ada sekitar satu pasien per dua minggu yang datang ke dokter spesialis bedah plastik untuk pengobatan kesalahan akibat penggunaan silikon cair ini,” tutur dia.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut, Khairani Sukatendel mengatakan, bedah plastik dan estetika bukanlah cabang ilmu kedokteran yang urgent atau mendesak untuk pengobatan medis. Karena itu, meski minim IDI tidak menuntut pemerintah menambah jumlah dokter spesialis yang ada.

Namun, IDI yakin kebutuhan dokter spesialis bedah plastik ini dapat ditingkatkan di kota Medan. Lantaran, kini sudah banyak dokter yang sedang dalam pendidikan spesialis bedah plastik ini. Bahkan, untuk menambah ilmunya, dokter spesialis bedah pun sudah ada yang kembali mengambil pendidikan bedah plastik. (ts-11)

Loading...
loading...