Warga Perumahan J City Keluhkan Portal & Pengutipan Parkir

398
Warga J City saat mengadu ke DPRD Medan. (tobasatu.com)

tobasatu, Medan | Warga kompleks perumahan J City di Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mashur, Kecamatan Medan Johor mendatangi Gedung DPRD Medan. Mereka keberatan atas pemasangan portal dan pengutipan parkir bagi tamu yang masuk ke komplek. Parkir ini dikutip oleh pihak Secure Parking yang bekerja sama dengan pengelola perumahan Bursa Property.

Adapun perwakilan warga kompleks, di antaranya, Ali Nafiah Harahap, H Syafril, Hartono, Sonoib, M Ikhwan dan Devin. Mereka diterima oleh Ketua Komisi C DPRD Medan, Salman Alfarisi, Kamis (20/08/2015).

Ali Nafiah memaparkan, warga sangat keberatan dengan keberadaan portal yang menghalangi pintu masuk ke kompleks. Sebab portal itu menyebabkan kemacetan tiap pagi dan sore hari. Selain itu pungutan biaya parkir bagi kerabat keluarga mereka juga dinilai berlebihan.

Ali menambahkan, parkir diterapkan di sekitar kawasan bisnis pakaian yang ada di komplek itu. Besaran biaya parkir yakni Rp1000 per 12 jam untuk roda dua dan Rp2000 per 12 jam untuk roda empat. Pengutipan sudah dilakukan pada 18 Agustus 2015 kemarin.

“Masa keluarga kita yang ingin berkunjung ke rumah harus dikutip parkir. Portal itu juga membuat kemacetan dan buat warga jadi tidak nyaman. Ini mungkin yang pertama ada di Medan,” sebutnya.

Menyahuti tersebut, Ketua Komisi C DPRD Medan, Salman Alfarisi langsung menelpon Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Medan, Wirya Alrahman. Ia menanyakan perizinan pemasangan portal dan adanya kutipan bagi tamu yang masuk ke dalam kompleks.

Salman menyebut, bila terbukti pemasangan portal dan pengutipan parkir itu tak memiliki izin, pihak DPRD akan meminta Dishub dan Satpol PP melakukan pembongkaran peralatan Secure Parking.

Secara terpisah, Camat Medan Johor, Khoiruddin Rangkuti yang dikonfirmasikan wartawan melalui selulernya sudah mengecek soal pemasangan portal tersebut.  Tapi saat ditanyaka perihal izin dari pemasangan portal dan pengutipan parkir, dia tak mau berkomentar. “Kalau untuk izin, konfirmasi saja ke pengelolanya ya,” ujarnya singkat. (ts-04)

BACA JUGA  Lokasi Pedagang di Pasar Marelan Belum Nyaman
Loading...
loading...