Pukul dan Fitnah Mahasiswi, Dosen UMA Dipolisikan

1486
Ilustrasi aksi pemukulan (ist)

tobasatu, Medan | Aksi kekerasan dalam institusi pendidikan kembali terjadi. Berlakon layaknya preman pasar, kali ini seorang staf pengajar / dosen di Universitas Medan Area (UMA) Provinsi Sumatera Utara dengan arogannya melakukan aksi pemukulan yang disertai fitnah kepada salah seorang mahasiswinya.

Drs H Syafruddin Ritonga MAP (47) yang berstatus sebagai dosen tetap  di universitas yang beralamat di Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate Sumatera Utara tersebut, akhirnya dipolisikan mahasiswanya, terbukti dengan STPL (Surat Tanda Penerimaan Laporan) dengan nomor : STTPL/2493/K/VII/2015/Percut Sei Tuan.

“Kami tidak tahu apa salah kami, tiba-tiba saja dia (pelaku) datang dengan pengawalnya yang berambut cepak langsung memukuli kami semua, bahkan saya difitnah melakukan perbuatan mesum, padahal kami ramai di kampus bahkan adik kandung saya duduk di sebelah saya, kami baru siap buat kegiatan bersih-bersih gunung sinabung” ujar korban Septianna Duha kepada tobasatu.com pada Jumaat (28/8/2015) siang.

Kejadian tersebut bermula saat rombongan mahasiswa Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Universitas Medan Area Sumatera Utara berkumpul usai melakukan kegiatan aksi sosial di Gunung Sinabung Kabupaten Karo di sekretariat mereka yang berada di dalam kampus pada Sabtu (22/8/2015) sekira pukul 22.00 WIB.

Belum lagi hilang rasa letih usai melakukan kegiatan yang mengharumkan nama kampus mereka tiba-tiba saja mereka terkejut karena seorang dosen berteriak kencang dan langsung memukul mahasiwa yang berada dihadapannya.

“Lebih dari 20 orang mereka datang mengepung sekret kami, sekret kami diobrak-abrik juga, mereka berasalan bahwa sekarang sudah ada peraturan baru di kampus bahwa mahasiswa dilarang menginap di kampus,” kesal Kupang salah seorang korban pemukulan.

“Kami kan meletakkan tas ransel kami di kampus namanya baru buat acara, kalau diusir kami siap saja, yang jadi masalah kenapa mereka datang layaknya seperti preman yang langsung main tangan pukuli kami, anehnya lagi seorang rekan kami dituduhnya melakukan aksi asusila, suka hati mulutnya saja bicara, sementara kami semua berada di sekret, ini jelas aksi premanisme yang dilakukan seorang dosen, ini aksi biadab,” kembali ujarnya secara ekslusif kepada tobasatu.com.

BACA JUGA  Miris, Rektor UMA Ini Tak Mau Tinggalkan Jabatannya Meski Sudah Dua Priode

Dosen Fisip UMA yang selalu dikawal dua orang berambut cepak , dan dikenal mahasiswanya selalu rajin senyum kepada mahasiswi-mahasiswi cantik tersebut, kini tinggal menunggu proses hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (ts-06)

Loading...
loading...