DPRD Medan Habiskan Rp12,9 M untuk Hasilkan Dua Perda Revisi

260
Ilustrasi.

tobasatu.com, Medan | Tak terasa hampir setahun sudah 50 anggota DPRD Medan bertugas, sejak resmi dilantik pada 9 September 2014 yang lalu. Namun kinerjanya belum menunjukkan hasil yang maksimal.

Terbukti, wakil rakyat hanya mampu membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Tapi pembahasan 2 Ranperda itu menelan biaya yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp12,9 miliar lebih.

Dua Ranperda yang disahkan DPRD Medan itu diantaranya adalah revisi Peratura Daerah (Perda) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Revisi Perda Parkir Tepi Jalan. Yang memprihatinkan dua revisi Perda tersebut merupakan warisan dari DPRD Medan Periode 2009-2014 lalu.

Penelusuran wartawan, Rabu (2/9/2015), dari 21 Program legislasi daerah (Prolegda) yang sudah disepakati pada 2015 sesuai dengan surat nomor 171/1335/kep-DPRD/II/2015 tertanggal 09 Februari 2015, dimana empat diantaranya merupakan Ranperda Inisiatif  dan 17 lainnya merupakan Ranperda usulan Pemko Medan.

DPRD Medan sendiri sampai saat ini baru mengesahkan satu prolegda yakni Rancangan Peraturan Daerah (RAPBD) Kota Medan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendaatan dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2014 yang merupakan agenda rutin DPRD Medan setiap tahunnya.

Sementara itu sisanya hingga saat ini masih terparkir di Badan Legislasi (Baleg) dan dalam bahasan di tingkat Pansus. Berikut 20 prolegda yang masih belum dituntaskan DPRD Medan.

Ranperda tentang Perubahan atas Perda Kota Medan No 10 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir, Ranperda tentang Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Keras,Ranperda tentang Izin Pelayanan Bidang Sosial dan Ketenaga Kerjaan, Ranperda tentang Rumah Susun, Ranperda tentang Kemitraan Perusahaan Dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Ranperda tentang Administrasi Kependudukan, Ranperda tentang Trafficking, Ranperda tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan, Ranperda Tantang Retribusi Pelayanan Kesehatan.

BACA JUGA  DPRD Medan Sahkan Perda Ketentraman dan Ketertiban Umum

Kemudian  Ranperda tentang Perfilman, Ranperda tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Ranperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2015, Ranperda tentang Anggaran Pendapatan  dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2016, Ranperda  tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Medan, Ranperda tentang Penyertaan Modal kepada PT Bank Sumut dan PT Kawasan Industri Medan, Tbk, Ranperda  tentang pengangkatan dan pemberhentian Kepala Lingkungan di Kota Medan (Ranperda Inisiatif DPRD), Ranperda tentang Nasionalisasi Penggunaan Bahasa Indonesia di Area Publik (Ranperda Inisiatif DPRD), Ranperda tentang Sistem Pendidikan di Kota Medan (Ranperda Inisiatif DPRD) dan Ranperda tentang Pengelolaan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (Ranperda Inisiatif DPRD).

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kota Medan Beston Sinaga membenarkan bahwa sampai saat ini DPRD Medan  baru mengeshkan dua Perda revisi yang merupakan peninggalan anggota DPRD Medan periode lalu.

“Kalau yang sudah diparipurnakan dalam artian sudah disahkan baru dua, yakni Revisi IMB dan revisi  Perda Parkir Tepi Jalan,” jelas Beston Sinaga kepada wartawan di ruangannya, Rabu (2/09/2015). (ts-04)

 

Loading...
loading...