Anak Tukang Jahit Itu Sekarang Dandim 0205 Tanah Karo

2533
Letkol Inf Agustatius Sitepu. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Karo | Letkol Inf Agustatius Sitepu adalah salah satu putra daerah dari Tanah Karo Simalem yang sukses berkarir di TNI AD, Rabu (2/9/2015) dilantik sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0205/Tanah Karo. Pelantikan dipimpin Danrem 023/KS Kolonel Inf Fachri menggantikan Letkol Inf Asep Sukarna.

Informasi dihimpun tobasatu.com, Sabtu (5/9/2015), sebelum ditunjuk sebagai Dandim 0205/Tanah Karo, bungsu dari lima bersaudara ini bertugas di perbatasan RI-Malaysia Sebagai Komandan Satgas Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonif Linud 433/Julu Siri Brigif 3 Kostrad.

Sejak kecil, kehidupan keluarga Agustius sangat susah karena kedua orangtuanya hanya seorang petani dan tukang jahit di Desa Sigarang-garang. Namun, tekadnya sudah bulat, dia harus sekolah hingga ke perguruan tinggi. Pria kelahiran 3 Agustus 1974 ini mengaku masuk pendidikan Akademi Militer TNI AD bukan termasuk cita-citanya.

“Awalnya saya mendaftar di STPDN dan Akmil. Karena dulunya  pingin jadi seorang pejabat seperti Bupati, Gubernur atau Menteri. Karena kalau lulusan dari sana setidaknya bisa jadi orang penting dan bisa memimpin rakyat dan membangun daerah. Rupanya lolos di Akmil dan ikut pendidikan hingga selesai,” ujar Ayah dari Gricella Clara Sitepu (2), Jumat (3/9) di ruang kerjanya yang baru Makodim 0205/TK.

Suami dari Ester Monika Rehulina beru Sembiring mengatakan, sangat terkejut diberikan tugas ke Tanah Karo yaitu kampung halamannya sendiri. Karena jarang terjadi, sehingga hal ini sempat membuat dirinya sedikit panik. Untuk itu selaku putra daerah Karo, dirinya harus mampu melanjutkan tugas dan program satuan menjaga Karo tetap aman dan kondusif.

“Terus terang pengalaman saya di teritorial belum lama. Kalau di satuan tempur cukup lama. Tapi selaku TNI dan ditugaskan dimana saja harus mampu mendekatkan diri dengan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan. Saya berharap masyarakat Karo dari berbagai elemen termasuk wartawan dapat bersama-sama mendukung dan memberikan masukan maupun arahan. Karena masih butuh banyak pelajaran apalagi soal penanganan bencana dan penanganan pengungsi Sinabung. Bahkan jelang pilkada ini TNI akan selalu berkoordinasi dengan polri dalam hal ini Polres Karo agar dapat menjaga situasi keamanan jelang pilkada,”ujar pria yang mempunyai hobby musik ini.

Diceritakannya lagi, sejak masuk SD tepatnya SD Inpres Berastagi. Dari kelas I hingga lulus tahun 1986 dirinya termasuk anak yang pemalu dan belum pintar bergaul. Saat masuk SMP di SMPN I Berastagi, dirinya mulai mengikuti organisasi sekolah seperti OSIS. Hingga masuk SMAN I Berastagi, juga terpilih menjadi ketua OSIS. Berkat rajin ke gereja dari sekolah minggu hingga dia mengaku sudah bisa bergaul dan tidak pemalu lagi dan selalu terpilih menjadi ketua muda-mudi gereja karena hobbi main musik seperti gitar, organ dan Saxsophone.

“Awalnya rajin ke gereja sehingga dalam mengikuti organisasi di sekolah seperti OSIS saya tidak canggung lagi. Malahan setiap ada kegiatan disekolah seperti perlombaan cerdas cermat antar sekolah se-kecamatan. Dia selalu diberikan kepercayaan oleh teman-teman kelas,”imbuh pria yang mengaku lulus Akmil tahun 1997 ini.

Di akhir cerita, dia mengaku sangat sayang kepada kedua orangtuanya. Walaupun susah bisa membesarkan dan menyekolahkannya hingga seperti ini. Ibunya sangat bangga kepada dirinya karena dapat ditugaskan di kampung halaman sendiri dan berharap bisa berpangkat Jenderal. Prestasi gemilang yang diraihnya tidak didapat secara instan. Kerja keras dan ketekunan dalam menjalani hidup baik di sekolah maupun di rumah menjadi kunci utama keberhasilannya. (ts-10)

 

Loading...
loading...