Ringgit Melemah, Harga CPO Terus Turun

568
Selain Rupiah, mata uang Ringgit Malaysia juga melemah, yang mengakibatkan turunnya harga CPO. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Jakarta | Komoditas ekspor Crude Palm Oil (CPO) terancam disebabkan menurunnya harga CPO dipicu pelemahan mata uang ringgit. Hal tersebut tentu menyebabkan harga ekspor CPO dari Malaysia lebih murah dan akan membuat tekanan daya saing ekspor kelapa sawit dari Indonesia.

Managing Director ECONIT Advisory, Group Hendri Saparini, mengatakan dengan demikian harus dicari peluang yang dapat dilakukan untuk menjadikan agar Indonesia dan Malaysia saling berkoordinasi.

“Harus dicari peluang jadikan kita dan Malaysia berkoordinasi,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Namun, dia menyambut positif langkah pemerintah yang akan menetapkan harga Crude Palm Oil (CPO), di mana Indonesia dikenal sebagai pemasok CPO terbesar di dunia.

“Satu hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah yakni akan tetapkan harga CPO, karena kita pemasok 80 persen global,” imbuh dia.

Bila demikian, maka imbas akibat terdepresiasi ringgit Malaysia ke Indonesia tidak hanya didapat dan dirasa efek negatifnya namun juga didapat efek positif dengan cara tersebut.

“Jadi, kita tidak hanya dapat negatifnya saja, tapi kita juga harus dapat benefit-nya dari situ,” pungkasnya. (ts-04)

Loading...
loading...