Menhub Minta Pertamina Tekan Harga Avtur

201

tobasatu, Jakarta | Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan tetap mendesak PT Pertamina (Persero) menurunkan harga avtur. Ini dimaksud agar beban operasional maskapai penerbangan nasional tidak berat.

Menhub Jonan menilai biaya untuk membeli avtur yang ‘dimonopoli’ Pertamina, berkontribusi 50 persen terhadap biaya operasional sebuah maskapai.

“Avtur itu menyumbang 50 persen total operating cost. Nah, kalau harganya bisa ditekan, harga tiket pesawat, paling enggak bisa terjamin (turun),” paparnya di Jakarta, Senin (14/9/2015).

Saat ini, lanjut mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu, diskusi dan koordinasi dengan Pertamina, terus dijalin. Semuanya ditempuh agar harga avtur bisa diturunkan. “Kita tetap tunggu dan diskusi terus. Kami tetap mau harga avtur turun,” ujar pria kelahiran Jember, Jawa Timur itu.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta Pertamina untuk segera menurunkan harga Avtur. Sebab, harga jual Pertamina, saat ini, lebih mahal di banding harga Internasional.

“Karena avtur (harga) kita lebih tinggi di bandingkan dengan avtur internasional. Makanya presiden menugaskan Pertamina agar ini bisa menekannya (harga avtur), sehingga bisa bersaing dengan internasional,” ujar Pramono.

Hal ini juga yang menyebabkan banyak pesawat berhenti di Singapura sebelum menuju Indonesia. Karena harga avtur yang dijual di Singapura lebih murah. Namun tidak dijelaskan berapa harga avtur yang dijual Pertamina dan berapa yang dijual di Singapura.

“Manfaatnya adalah pesawat-pesawat yang saat ini selalu transit di Singapura isi bahan bakar, maka mereka nanti bisa langsung ke Indonesia. Baik dari Emirates, Qatar, Etihad, dan pesawat lain yang perjalanan panjang, terutama dari Eropa. Kalau itu bisa dilakukan, tentunya bisa berikan manfaat bukan hanya dalam dunia penerbangan, tapi juga pariwisata,” kata Mas Pram, sapaan akrab Pramono Anung. (ts-04)

Loading...
loading...