165 Ribu Orang Miskin Terselamatkan

277

tobasatu, Jakarta | Pemerintah diminta untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bila ini dilakukan, 165 ribu orang akan terselamatkan.

Kepala Kajian Kemiskinan dan Perlindungan Universitas Indonesia Teguh Dartanto menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi saat ini, Indonesia memerlukan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat untuk mendorong daya belinya kembali meningkat, misalnya menurunkan harga BBM.

“Sebanyak 165 ribu orang akan terselamatkan kalau harga BBM itu turun sekira 5 persen atau Rp 400 (saat ini harga premium Rp 7.400 per liter),” katanya di Gedung Dewan Pers, Minggu (20/9/2015).

Dia menjelaskan, saat ini banyak masyarakat yang bingung dengan Pertamina yang kekeh mempertahankan harga BBM. Sedangkan harga minyak dunia saat ini masih terjebak di kisaran USD46,90 per barel.

Dia juga menilai, sebaiknya pemerintah mengubah waktu penyesuaian harga BBM yang selama ini dijalankan enam bulan sekali menjadi dua bulan sekali.

“Kalau enam bulan, ketika naik atau turun selisihnya terlalu besar, kalau dua bulan sekali penyesuaiannya lebih smooth,” imbuh dia.

Perlu diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penduduk miskin pada Maret 2015 sebesar 28,59 juta penduduk atau sekira 11,22 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya di September 2014.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, bila dibandingkan September 2014, terjadi kenaikan sekira 0,26 persen atau meningkat 860 ribu penduduk miskin dari 27,73 juta. Namun, bila dibandingkan Maret 2014 ada kenaikan 0,03 persen dari 28,28 juta orang penduduk miskin. (ts-04)

BACA JUGA  Macet Parah di Jalinsum Asahan, Ratusan Truk Antri Solar
Loading...
loading...