Pemerintah Rencana Turunkan Harga BBM, Rupiah Diprediksi Tidak Terdongkrak

286

tobasatu, Medan | Pemerintah akhirnya berencana menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat ini. Kebijakan tersebut memang dinanti untuk memulihkan daya beli masyarakat sebagai pendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, kebijakan itu akan efektif, karena di waktu yang tidak jauh berbeda PLN juga menurunkan TDL.

“Inflasi berpeluang turun. Namun pemerintah perlu mewaspadai kemungkinan pelemahan Rupiah yang berpotensi berlanjut jika BBM diturunkan,” katanya.

Harga BBM yang turun, sebutnya, akan menimbulkan tren konsumsi yang mengalami peningkatan. Tren konsumsi yang naik tersebut nantinya akan membuat permintaan minyak atau impor BBM mengalami kenaikan. Sehingga kebijakan tersebut akan berbeda dengan kebijakan untuk memperkuat posisi Rupiah terhadap US Dolar.

“Kita tunggu saja nanti harga BBM diturunkan di berapa. Sehingga kita akan hitung dampaknya ke inflasi ataupun terhadap nilai tukar Rupiah. Saya menilai kalau BBM diturunkan, rupiah tetap akan bertahan dalam rentang yang tidak jauh berbeda dari posisinya saat ini. Sisi eksternal masih akan menjadi masalah utama yang harus diwaspadai pemerintah,” ucapnya.

Gunawan berpendapat, pekan depan dia melihat Rupiah akan bergerak dalam rentang 14.600 hingga 14.730 per US Dolar. Sementara itu, potensi Rupiah ke 15.000 masih terbuka. Jika saja kondisi perekonomian AS terus memburuk dan ada rencana Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya.

“Jadi disaat pemerintah menurunkan harga BBM nantinya, maka akan ada banyak sentimen pasar yang manambah tekanan Rupiah. Salah satunya adalah dari tren permintaan US Dolar di pasar keuangan domestik. Namun ini adalah pilihan, dan saya menilai apa yang direncanakan pemerintah saat ini lebih mengendepankan sisi pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (ts-04)

BACA JUGA  Harga BBM Turun Mulai 5 Januari, Premium Rp7.300, Solar Rp5.950
Loading...
loading...