Pemko Medan gelar dzikir dan doa menyambut tahun baru islam 1437 H

517

[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=vXGzjjc20mM”]

Lebih dari 15.000 warga Kota Medan memenuhi Lapangan Merdeka untuk mengikuti acara Dzikir dan Doa menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1437 H, Rabu (14/10). Mereka tampak tunduk dan bersimpuh dengan khususk sambil melantunkan kalimat-kalimat dzikir dipimpin Al Ustadz KH Amiruddin MS. Melalui dizkir dan doa ini diharapkan Kota Medan selalu diberkati Allah SWT, sehingga dijauhi dari segala macam musibah maupun bencana serta aman dan kondusif.

Antusiasme masyarakat mengikuti dzikir dan doa ini cukup tinggi. Tenda yang disediakan untuk kapasitas 15.000 orang ternyata tidak cukup, sebab sejak pagi warga silih berganti datang mengikuti dzikir dan doa tersebut. Untuk menampung pengunjung yang sudah tidak dapat duduk di tenda, panitia pun menggelar tikar di sisi kiri dan kanan tenda.

Dzikir dan doa ini merupakan kegiatan rutin Pemko Medan setiap tahunnya dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam. Tidak hanya dzikir dan doa, ribuan warga yang datang dari segala penjuru Kota Medan ini juga mendapatkan bimbingan dan tausiah dari Al Ustadz M Subki Al Bughury S.Sos dari Jakarta.

Selain Pejabat Wali Kota Medan Drs H Randiman MAP, dzikir dan doa ini turut dihadiri Plt Gubsu Ir H.T Erry Nuradi MSi, Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga, Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Dandim 0201/BS Kol Inf Maulana Ridwan, Ketua Pengadilan Negeri Medan Ahmad Salihin SH MH, Ketua MUI Medan Prof DR M Hatta, pimpinan SKPD Sumut dan Kota Medan, camat, lurah serta kepala lingkungan, alim ulama, tokoh masyarakat, ibu-ibu pengajian.

Pj Wali Kota Medan Drs H Randiman Tarigan MAP dalam pandangannya menilai acara dzikir dan doa ini cukup penting, selain memperingati Tahun Baru Islam, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komunikasi pembangunan yang tidak boleh terputus. Melalui silaturahmi ini, Randiman berharap dapat memperkuat tali persaudaraan diantara sesama, khususnya para ulama dan umaro.

Di samping itu Randiman menambahkan, salah satu makna penting dari Tahun Baru Islam adalah hijrah yakni proses transformasi dari kegelapan menuju peradaban yang tercerahkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, semua dituntut untuk selalu menuju kepada perbaikan diri (hijrah mental) menuju perilaku dan kondisi yang lebih baik.

“Selain itu momen Tahun baru Islam selalu mencerminkan dimensi pengharapan ataupun ekspektasi yang relatif banyak, karena begitu banyaknya, terkadang kita sampai salah dalam mengartikan bagaimana sesungguhnya cara memakai sebuah tahun baru. Jadi maknai Tahun Baru Islam ini dengan kegiatan yang lebih dekat kepada rasa syukur, perenungan dan permohonan melalui dzikir dan doa,” ungkapnya.

Randiman selanjutnya mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama menjadikan Kota Medan sebagai kota yang cerdas secara intelektual, spiritual dan mental melalui kepribadian masyarakatnya yang santun, ramah dan berbudaya serta damai. Lalu menjadikan Kota Medan sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi yang baik melalui peningkatan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Lalu mari kita bersama-sama menjadikan Kota Medan sebagai kota yang aman, nyaman, tertitib dan kondusif melalui pengingkatan keamanan di tingkat paling bawah (lingkungan) sampai tingkat kota,” ungkapnya.

Dzikir dan doa ini dirangkaikan dengan pemberian santunan oleh Pj Wali Kota didampingi istri tercinta Hj Suryati selaku Pj Ketua TP PKK Kota Medan kepada 200 anak yatim.

Sementara itu Dalam tausiah Al Ustadz Subki mengajak seluruh yang hadir untuk menjadikan Tahun Baru Islam ini sebagai momentum untuk meninggalkan semua yang jelek-jelek di masa lalu dan selanjutnya hijrah untuk melakukan kebaikan. Dengan demikian seluruh yang hadir akan mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT.

Dirinya juga mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan sekalipun terhadap orang-orang yang menjadi musuh. Kemudian selalu bergaul dengan orang-orang yang berahlak mulia serta selalu mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan lupa isi hari-hari dengan memperbanyak dzikir, sebab dzikir akan membuat hati kita menjadi lebih tenang dan tentram,” kata Subki

Loading...
loading...