Penderita Tuberkulosis Perlu Penanganan Khusus

302
Ilustrasi penderita Tuberkulosis (TB). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Cabang Medan, Lia Kusumawati Iswara menyatakan penyakit yang diakibatkan terjadinya infeksi, masih cukup banyak dialami warga Kota Medan. Penanganannya pun berbeda-beda.

Khusus untuk penyakit tuberculosis (TB), menurut Lia, penanganannya sedikit berbeda dan perlu dilakukan penanganan khusus.

“Saya melihat sudah  tingginya angka penyakit infeksi terutama di Sumut. Seperti  infeksi saluran pernafasan, saluran pencernaan dan saluran kemih, tetapi juga infeksi khusus yakni infeksi tuberkulosis,” katanya Selasa (20/10/2015).

Pengobatan tuberkulosis (TB) berbeda dengan penyakit-penyakit infeksi lainnya. Dimana pasien harus minum beberapa obat sekaligus atau obat kombinasi, dan pengobatan tidak cukup tiga hari saja, tapi minimal 6 bulan.

“Kenapa bisa seperti itu, apa sebenarnya penyebab kuman-kuman infeksi ini. Apalagi masyarakat pun masih jarang mendengar dan mengenal penyakit yang disebabkan oleh infkeksi,”ujarnya.

Sebagai dokter mikrobiologi klinik, kata Lia, maka sangat penting untuk membantu menyembuhkan pasien infeksi. Terutama dalam memilih obat antibiotik yang akan diberikan kepada pasien, khususnya kepada pasien infeksi berat dan infeksi kronis.

“Untuk penanganannya, dokter spesialis mikrobiologi klinik bekerjasama dengan dokter klinik sehingga pemilihan antibiotic untuk pasien lebih tepat dan dapat menurunkan angka resistensi” ujar Lia.

Agar dapat menyembuhkan pasien yang terjangkit disebabkan infeksi maka Lia berharap para dokter  yang turun untuk melihat pasien infeksi agar mendapat perawatan yang insentif.

“Tak jarang, saya  memberikan edukasi kepada staf rumah sakit dan unit pelayanan kesehatan mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi. Termasuk cara menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti hand scoon, gaun, topi dan lainnya,”ujarnya.

Langkah edukasi dilakukan supaya tidak tertular dan tidak menularkan penyakit kepada pasien infeksi.  “Ke depan, saya berharap dapat  membantu dokter klinik memberikan pengobatan dan terapi terbaik dan tepat kepada pasien. Sehingga penyakit infeksi dapat diturunkan,”pungkasnya.(ts-mnl)

Loading...
loading...