Aqila, Pasien Gizi Buruk Jalani Perawatan Ekstra di RSUD Pirngadi Medan

482
Aqila Maulida (9 bulan) bayi penderita gizi buruk masih dirawat intensif di RSUD Pirngadi Medan. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan  | Kondisi Aqila Maulida, bayi berusia 9 bulan yang didiagnosa mengalami fracture fremur dextra atau biasa disebut gizi buruk, perlahan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan ekstra di RSUD Pirngadi Medan.

Sang ibu, Asnah Musniati (41), menyatakan awalnya anaknya mengalami sesak dan panas. Dia pun melarikan anaknya ke Puskesmas dan dokter spesialis, namun tidak dianjurkan oleh dokter untuk rawat inap.

Asnah menyatakan kondisi perekonomian mereka yang pas-pasan pun membuat mereka kesulitan untuk menanggung biaya perawatan sang putri.

“ Lagi pula jika rawat inap pasti menyangkut biaya, sementara  suami saya hanya seorang tukang jahit, jadi  hanya kami bawa ke Posyandu dan Puskesmas saja karena kami juga tidak punya BPJS.  Namun saya heran, berat badan Aqila tidak juga bertambah,”katanya Rabu (21/10/2015).

Tiga hari sebelum akhirnya dibawa Plt Walikota Medan ke RS Pirngadi Medan, memang kondisi Aqila yang sejak lahir pada 31 Desember 2014 sudah sakit, ada sesak dan panas. Namun saat itu kondisinya menurut Asnah sudah lumayan.

Warga Jalan Menteng 2 Gang Jermal 1 Medan ini menyatakan ia dan suaminya Hamidi (53) yang hanya berprofesi sebagai seorang tukang jahit, berharap dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit, anaknya sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Sementara itu  Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Edwin Effendi usai menjenguk pasien Aqila yang mengalami gizi buruk tipe Marasmus yang dirawat di ruang 3 lantai 3 rumah sakit tersebut, Selasa (20/10) menyatakan telah memberikan pelayanan yang maksimal terhadap bayi Aqila.

“Kita akan merawat dengan maksimal dan ini sesuai dengan kebijakan dan perhatian dari Wali Kota Medan terhadap pasien gizi buruk yang dijemput oleh pak Plt Wali Kota Medan,” kata Edwin didampingi Wadir Pelayanan Medis dr Rushakim.

BACA JUGA  Instalasi Unit Transfusi Darah RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Diresmikan

Dikatakannya, sejak masuk, pasien dengan keluhan sesak nafas dan gizi buruk dengan berat badan rendah.  Harusnya dengan usia pasien Aqila yang 9 bulan berat badannya sudah 9 kg. Namun, saat masuk, berat badannya 3,9 kg.

“Sekarang dengan perawatan yang diberikan berat badannya sudah bertambah jadi 4,2 kg,” ujar Edwin.

Dengan gizi buruk yang ada, sambungnya, banyak keluhan seperti sesak, jantung lemah. Karena itu dalam perawatan Aqila, pihaknya akan melibatkan tim dokter anak, paru, jantung dan akan melakukan pemeriksaan lengkap serta pemulihan gizi agar tidak terganggu fungsi lainnya. (ts-mnl)

 

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here